Nahnutv.com Sleman, 10/10/2024 – Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rapat khusus di kediaman Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc yang terletak di Karang Wetan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Rapat ini dihadiri oleh jajaran Mustasyar PWNU DIY, antara lain Drs. KH. Asyhari Abta, M.Pdi, KH. Yasin Nawawi, Drs. H. Masharun Ghozali, Prof. Dr. Susetiawan, S.U., Drs. H. Zainal Abidin, M.Pd.I, Drs. H. Harsoyo, M.Si. Turut hadir Rais Syuriah PWNU DIY, Drs. KH. Mas’ud Masduki, serta Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, SH, M.Hum.
Rapat tersebut membahas berbagai isu strategis yang tengah berkembang di tengah masyarakat, baik yang terkait internal Nahdlatul Ulama maupun isu eksternal. Salah satu topik yang mendapatkan perhatian khusus adalah isu Ba ‘Alawi dan pemalsuan sejarah. Menanggapi isu tersebut, Mustasyar PWNU DIY menugaskan pengurus PWNU DIY untuk segera melakukan kajian dan memberikan masukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PBNU diharapkan dapat memfasilitasi dialog antara pihak yang pro dan kontra agar ketegangan di masyarakat dapat dicegah.

Terkait isu Ba’alawi, selama ini persoalan tersebut telah menguras banyak energi para kiai dan warga Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan, beberapa tokoh telah membuat pernyataan saling menantang, sehingga di beberapa tempat telah terjadi benturan fisik. Umat seperti terpecah ke dalam beberapa segmen, ada yang pro Ba’alawi, ada yang kontra, dan ada pula yang bersikap pasif.
Menurut KH. Yasin Nawawi, isu ini tidak dapat disamakan dengan persoalan fiqhiyah yang biasanya selesai setelah masing-masing pihak mengambil pendapat (qaul) dari ulama yang mereka ikuti. “Ini menyangkut kebenaran dzurriyah Rasul yang kita hormati, bahkan juga kemurnian sejarah. Oleh karena itu, penyelesaiannya memerlukan perhatian dan kajian mendalam,” ungkapnya.
KH. Asyhari Abta, dalam keterangannya, menegaskan pentingnya peran Mustasyar dalam memberikan nasihat kepada Syuriah dan Tanfidziyah PWNU DIY untuk menjaga agar organisasi tetap berada dalam jalur khittah Nahdlatul Ulama. “Salah satu tugas kami adalah memastikan agar PWNU DIY tetap berjalan pada rel yang benar dan tidak menyimpang dari khittah,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor menyatakan bahwa PWNU DIY siap menjalankan arahan dari Mustasyar. “Insya Allah akan segera kita jalankan perintah tersebut. akan segera kita diskusikan dengan pengurus yang lain, Selain itu, kami juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang Pilkada. Warga NU diimbau untuk menentukan pilihan politik berdasarkan hati nurani dan akhlakul karimah, serta menjauhi transaksi yang tidak sesuai dengan etika,” jelas KH. Zuhdi.
Rapat tersebut juga menyoroti langkah-langkah yang harus segera diambil untuk menyelamatkan umat dari berbagai potensi konflik, baik di dalam maupun di luar Nahdlatul Ulama. PWNU DIY diamanahkan untuk segera bertindak konkret dalam merespons isu-isu terkini demi menjaga keutuhan organisasi dan kesejahteraan umat.
Dengan langkah-langkah ini, PWNU DIY diharapkan mampu berperan sebagai pengayom umat serta memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas masyarakat, terutama di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks. (baba)