Nahdliyin

Puasa dan Kesalehan Sosial: Ramadan Mengajarkan Kepedulian dan Empati

R444UL Diperbarui 18:51 2 menit membaca
Ukuran Teks:

Nahnutv.com Yogyakarta — Bulan suci Ramadan tidak hanya mengajarkan umat Islam untuk menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesalehan sosial yang mendalam. Hal tersebut disampaikan oleh Ust. Jamiludin, S.Sos., M.A. dalam program One Day One Ayah di Nahnu TV.

Dalam penyampaiannya, Ust. Jamiludin menjelaskan bahwa rasa lemas, lapar, dan haus yang dialami saat berpuasa merupakan hal yang wajar dan dialami oleh setiap orang. Namun, puasa tidak boleh dimaknai sebatas menahan kebutuhan fisik semata.

“Puasa bukan hanya soal menahan lapar, haus, dan amarah. Di dalamnya ada pesan moral dan spirit kesalehan sosial yang sangat kuat,” ungkapnya.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 177 yang menegaskan bahwa kebajikan sejati bukan hanya ritual formal, melainkan keimanan yang diwujudkan dalam kepedulian sosial, seperti membantu kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, dan mereka yang membutuhkan, serta menunaikan salat, zakat, menepati janji, dan bersabar dalam kesulitan.

Menurutnya, Ramadan merupakan bulan pendidikan spiritual dan sosial, di mana umat Islam dilatih untuk merasakan penderitaan orang lain yang hidup dalam kekurangan. Dari rasa lapar dan dahaga itulah lahir empati dan kepedulian terhadap sesama.

“Allah memberikan satu bulan penuh, yaitu Ramadan, agar kita belajar peduli. Belajar merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang setiap hari hidup dalam keterbatasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ust. Jamiludin mengajak umat Islam untuk meningkatkan kesalehan sosial dengan beberapa langkah nyata. Pertama, menjadi pribadi yang lebih sadar dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya tetangga dan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kedua, menumbuhkan semangat berbagi melalui infak, sedekah, dan amal jariyah sesuai kemampuan masing-masing.

“Puasa harus melahirkan nilai kemanusiaan. Kita diajak menjadi manusia yang peduli, mampu berbagi, dan memiliki empati terhadap orang lain,” tegasnya.

Ia berharap Ramadan tahun ini dapat dimaknai lebih dalam, sehingga puasa yang dijalankan tidak hanya berdampak pada kesalehan individual, tetapi juga melahirkan kesalehan sosial yang nyata di tengah masyarakat.

“Mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk membuka tangan dan hati kita, agar puasa kita bernilai lebih dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Pimpinan Redaksi

R444UL

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Jurnalis di Divisi Redaksi dengan spesialisasi dalam peliputan investigatif dan penulisan berita mendalam. Berfokus pada penggalian isu aktual, wawancara narasumber kunci, dan penyajian laporan lapangan yang tajam, akurat, serta objektif untuk publik.

Tinggalkan komentar