Yogyakarta, Nahnu TV — Konferensi Wilayah (Konferwil) bukan sekadar rutinitas lima tahunan untuk memilih kepengurusan baru. Lebih dari itu, Konferwil adalah ajang konsolidasi gagasan, ruang silaturahmi, serta momentum untuk meneguhkan kembali komitmen khidmah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dalam merawat umat dan memajukan bangsa.
Menyongsong Konferwil ke-16 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2027 di Pesantren Al Miftah, Nanggulan, Kulon Progo, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta mulai merajut persiapan secara matang. Semangat kebersamaan dan kemaslahatan menjadi ruh utama dalam menyusun setiap tahapan perhelatan besar ini.
Menghadirkan Konferwil yang Segembira Mungkin
Kesiapan penyelenggaraan dipastikan dalam rapat panitia yang digelar di Ruang Rapat PWNU DIY pada Jumat (9/10/2026). Sekretaris PWNU DIY, Dr H Muhajir MSI, menegaskan bahwa seluruh proses pra-Konferwil, pelaksanaan, hingga pelantikan pengurus harus dikemas dengan suasana yang mengayomi dan penuh kegembiraan.

“Pekerjaan panitia tidak hanya pada pelaksanaan Konferwil, tetapi juga mencakup tahapan pra-Konferwil, Konferwil hingga pelantikan pengurus. Karena itu, seluruh rangkaian harus dipersiapkan dengan baik. Konferwil ini kita buat segembira mungkin,” tutur H Muhajir.
Berangkat dari evaluasi Konferwil ke-15 tahun 2022, perbaikan kualitas terus disempurnakan. Aspek-aspek teknis seperti performa pembawa acara, keindahan lantunan qari, hingga tata kelola pameran UMKM warga NU menjadi perhatian khusus. Area pameran dirancang lebih menarik dan ramai pengunjung, salah satunya melalui skema apresiasi seperti penyediaan voucher belanja agar ekonomi jam’iyyah turut bergerak hidup.
Dari sisi teknis kewilayahan, panitia merencanakan audiensi bersama Bupati Kulon Progo guna menguatkan sinergi. Semarak Konferwil juga disebarkan hingga ke pelosok Nanggulan dan seluruh PCNU serta MWCNU se-DIY melalui pamasangan bendera, umbul-umbul, dan banner syiar NU.
Gagasan Masa Depan dan Ruang Kreatif Generasi Muda
Ketua Organizing Committee (OC) Konferwil ke-16 PWNU DIY, H M Irfan Chalimy SPdI, menjelaskan bahwa konsolidasi internal menjadi fokus utama pada pertengahan Oktober 2026, yang dilanjutkan dengan peninjauan lokasi di Pesantren Al Miftah bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PWNU DIY.

Tidak hanya berfokus pada sidang-sidang organisasi, Konferwil ke-16 PWNU DIY dirangkai dengan beragam agenda pra-kegiatan yang edukatif dan inklusif:
- Seminar Ketahanan NU: Digelar pada 25 Oktober 2026 di Aula PWNU DIY bertema “Ketahanan NU: Realitas dan Harapan Masa Depan”. Forum yang diikuti 80 peserta ini dirancang untuk merumuskan pokok-pokok pikiran strategis organisasi sebelum dibawa ke forum resmi Konferwil.
- Lomba Video “Pesantrenku Ramah”: Bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), IPNU, dan IPPNU untuk memotret serta mempublikasikan sisi kehidupan pesantren yang ramah, santun, dan inklusif.
- Lomba Esai “NU-ku Digdaya”: Mengajak pelajar madrasah di bawah LP Ma’arif NU dan sekolah umum untuk membagikan pemikiran kritis serta kecintaan mereka terhadap Nahdlatul Ulama.
- Lomba Selawat Jawa: Dirancang bersama Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) sebagai wujud komitmen melestarikan kearifan lokal dan dakwah kebudayaan yang sejuk.
Merawat Ingatan Kolektif Jam’iyyah
Sebagai pemungkas rangkaian syiar, PWNU DIY melalui Nahnu TV PWNU DIY memproduksi video dokumenter sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama di Bumi Mataram dari masa ke masa.
Dokumenter ini disiapkan sebagai sarana merawat ingatan kolektif organisasi—merekam jejak perjuangan para kiai dan sesepuh, sekaligus menjadi teladan serta bahan pembelajaran berharga bagi generasi muda Nahdliyin dalam melanjutkan estafet perjuangan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
melalui rangkaian kegiatan yang bermanfaat dan menggembirakan ini, Konferwil ke-16 PWNU DIY diharapkan tak sekadar menjadi agenda permusyawarahan, tetapi juga menjadi pesta jam’iyyah yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Yogyakarta. (bap/rdp)