Nahdliyin

Gus Firjaun Diamanahi Jalankan Tugas Harian PWNU Jatim, Ahmad Fahrur Rozi: Sosok Tenang dan Ramah

R444UL Diterbitkan 18:26 5 menit membaca
Ukuran Teks:

Nahnutv.com Jawa Timur — KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau yang akrab disapa Gus Firjaun kini diamanahi menjalankan tugas-tugas harian sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Amanah tersebut diberikan setelah Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sekretaris PWNU Jawa Timur H M Faqih menjelaskan, mekanisme pengisian jabatan antarwaktu di lingkungan NU telah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) NU, khususnya Bab XV tentang Pengisian Jabatan Antarwaktu.

Menurut Faqih, ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 50 yang merujuk pada Pasal 49 ayat (1) ART NU. Dalam ketentuan tersebut, apabila seorang ketua berhalangan tetap, wakil ketua menjalankan tugas sebagai pejabat ketua.

“Untuk pergantian antarwaktu, aturannya sudah ada. Jika ketua berhalangan tetap, wakil ketua menjadi Pelaksana Harian Ketua. Itu tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga NU Bab XV Pengisian Jabatan Antarwaktu Pasal 50 yang merujuk Pasal 49 ayat (1),” kata Faqih dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan susunan kepengurusan PWNU Jawa Timur sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan (SK), posisi wakil ketua yang berada tepat di bawah ketua adalah KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

Dengan demikian, tugas-tugas harian PWNU Jawa Timur untuk sementara didelegasikan kepada Gus Firjaun, termasuk urusan administrasi organisasi dan penandatanganan surat-surat, kecuali Surat Keputusan (SK).

“Saat ini untuk menandatangani surat-surat selain Surat Keputusan sudah didelegasikan kepada Wakil Ketua, yaitu KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman,” jelas Faqih.

Menurut Faqih, penetapan tersebut berkaitan dengan kondisi organisasi setelah Gus Kikin mendapat amanah sebagai Ketua Umum PBNU. Sementara itu, proses pengesahan pejabat yang menjalankan tugas antarwaktu melalui SK masih menunggu finalisasi susunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031.

“Khusus untuk SK pengesahannya menunggu finalisasi susunan pengurus PBNU,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa roda organisasi PWNU Jawa Timur tetap berjalan. Tugas-tugas harian yang sebelumnya dijalankan Gus Kikin kini telah didelegasikan kepada Gus Firjaun.

“Yang jelas, saat ini untuk tugas-tugas harian KH Abdul Hakim Mahfudz sudah mendelegasikan kepada KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman,” tegasnya.

Sosok yang Dikenal Sejak Era 1990-an

Di tengah amanah baru tersebut, sosok Gus Firjaun ternyata bukan figur yang asing bagi kalangan pesantren maupun Nahdlatul Ulama. Salah seorang yang memiliki kedekatan dan mengenalnya sejak masa muda adalah Ahmad Fahrur Rozi.

Keduanya telah saling mengenal sejak sama-sama menimba ilmu di pesantren pada era 1990-an. Gus Firjaun ketika itu menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, sementara Ahmad Fahrur Rozi belajar di Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam ingatan Ahmad Fahrur Rozi, Gus Firjaun sejak muda dikenal sebagai sosok yang ramah, tenang, sekaligus memiliki penampilan yang menarik. Bahkan, ia pernah bergurau dengan menyebut wajah Gus Firjaun memiliki kemiripan dengan pengacara Juan Felix Tampubolon.

“Sejak masa muda memang terkenal gus ganteng,” tulis Ahmad Fahrur Rozi.

Namun, bagi Ahmad Fahrur Rozi, Gus Firjaun tidak hanya dikenal karena kepribadiannya yang ramah maupun penampilannya. Sejak masih menjadi santri, Gus Firjaun juga aktif dalam tradisi intelektual pesantren, terutama melalui forum Bahtsul Masail.

Ahmad Fahrur Rozi mengaku cukup sering bertemu dengan Gus Firjaun dalam berbagai forum Lembaga Bahtsul Masail (LBM). Salah satu pertemuan yang masih diingatnya berlangsung dalam forum LBM di Pondok Pesantren Ngunut, Tulungagung. Ketika itu, Ahmad Fahrur Rozi hadir mewakili Pondok Pesantren Lirboyo.

Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren, keduanya kemudian menempuh jalan pengabdian yang berbeda. Gus Firjaun terjun ke dunia politik dan sempat menjadi anggota DPR, sedangkan Ahmad Fahrur Rozi tetap menekuni dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Meski memasuki dunia politik, menurut Ahmad Fahrur Rozi, karakter Gus Firjaun tidak banyak berubah.

Ia mengingat ketika dirinya pernah diundang ke Jember untuk mengikuti halaqah Fiqih Kebangsaan di pesantren milik Gus Firjaun. Saat itu, Gus Firjaun telah dipercaya menjadi Wakil Bupati Jember.

Bagi Ahmad Fahrur Rozi, pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti bahwa perubahan posisi maupun lingkungan tidak banyak mengubah karakter Gus Firjaun yang telah dikenalnya sejak masa muda.

“Meski sudah masuk dunia politik, Gus Firjhon tetap seperti yang saya kenal sejak muda: tenang, ramah, dan tidak banyak berubah,” ungkapnya.

Dipercaya Mengemban Amanah di PWNU Jatim

Kedekatan keduanya kembali terlihat ketika Ahmad Fahrur Rozi dipercaya menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Saat kemudian mendapat amanah untuk berkantor di PBNU, ia diminta menunjuk sosok yang akan menggantikan posisinya.

Tanpa banyak pertimbangan, nama Gus Firjaun menjadi pilihannya.

Kini, Ahmad Fahrur Rozi mengaku turut bahagia melihat Gus Firjaun dipercaya mengemban amanah menjalankan tugas harian Ketua PWNU Jawa Timur.

Baginya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural dalam organisasi. Lebih dari itu, posisi tersebut merupakan kepercayaan besar untuk melanjutkan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

“Selamat, Gus Firjhon. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi kepercayaan untuk melanjutkan terus berkhidmah kepada NU dan umat,” tulis Ahmad Fahrur Rozi.

Ia berharap Gus Firjaun mampu menjalankan amanah tersebut dengan ketenangan yang selama ini menjadi bagian dari karakternya, terlebih dalam menghadapi dinamika organisasi NU Jawa Timur.

“Semoga sukses, selalu tenang dalam menghadapi berbagai dinamika. Selamat berkhidmah, Gus,” pungkasnya.

Putra Ulama Besar NU

Gus Firjaun sendiri merupakan pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiq Putra (Astra), Jember. Ia merupakan putra ulama besar NU, KH Achmad Shiddiq, yang pernah dipercaya sebagai Rais Aam PBNU.

Dalam perjalanan pengabdiannya, Gus Firjaun juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Jember periode 2021–2025 mendampingi Bupati Jember Hendy Siswanto.

Kini, setelah Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU, Gus Firjaun mendapat amanah untuk memastikan tugas-tugas harian PWNU Jawa Timur tetap berjalan.

Amanah tersebut berlangsung sembari menunggu proses finalisasi susunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 dan pengesahan melalui mekanisme organisasi.

Dengan latar belakang pesantren, pengalaman pemerintahan, politik, serta aktivitasnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, Gus Firjaun kini menghadapi fase baru dalam perjalanan khidmahnya—menjaga keberlangsungan roda organisasi PWNU Jawa Timur di tengah dinamika NU memasuki masa khidmah baru. (baba)

Pimpinan Redaksi

R444UL

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Jurnalis di Divisi Redaksi dengan spesialisasi dalam peliputan investigatif dan penulisan berita mendalam. Berfokus pada penggalian isu aktual, wawancara narasumber kunci, dan penyajian laporan lapangan yang tajam, akurat, serta objektif untuk publik.

Tinggalkan komentar