YOGYAKARTA, Nahnu TV — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMK Diponegoro Depok Yogyakarta. Salah seorang siswinya, Sofieya, dipercaya menjadi petugas Pasukan Pengibar Bendera pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Sentul, Jakarta.
Sofieya merupakan siswi kelas XII Program Keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB) sekaligus peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus bukti bahwa peserta didik di lingkungan Ma’arif NU DIY mampu berprestasi tidak hanya dalam bidang vokasi, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.
Menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di tingkat kementerian merupakan amanah sekaligus kehormatan besar. Tugas tersebut membutuhkan kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, kerja sama, serta jiwa kepemimpinan.
Bagi SMK Diponegoro Depok, capaian Sofieya juga menunjukkan keberhasilan pembinaan karakter yang dilakukan sekolah secara berkelanjutan.
“Saya bersyukur sekali bisa dipercaya mengibarkan Sang Merah Putih di Kemendikdasmen. Tugas ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang saya emban dengan sepenuh hati,” ungkap Sofieya.
Melanjutkan Prestasi Siswa Sebelumnya
Prestasi Sofieya sekaligus melanjutkan capaian yang sebelumnya ditorehkan Harmin, siswa SMK Diponegoro Depok.
Pada tahun sebelumnya, Harmin berhasil lolos seleksi sebagai petugas upacara di PUSDIKLATSAR Mabes TNI AU. Ia kemudian dipercaya menjadi petugas pengibar bendera pada Upacara HUT Kemerdekaan RI di Kemendikdasmen RI.
Capaian tersebut menunjukkan adanya kesinambungan prestasi siswa SMK Diponegoro Depok dalam berbagai kegiatan kenegaraan.
Sekolah pun berharap kepercayaan yang diberikan kepada para siswanya dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Bukti Keberhasilan Program ADEM
Keikutsertaan Sofieya sebagai peserta Program ADEM juga menjadi bagian penting dari capaian tersebut.
Program afirmasi pendidikan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh akses pendidikan yang setara sekaligus mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Prestasi Sofieya menunjukkan bahwa peserta didik ADEM mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik ketika mendapatkan kesempatan, pendampingan, serta pembinaan yang tepat.
Kepercayaan untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pada momentum kenegaraan di tingkat kementerian menjadi bukti bahwa siswa ADEM juga mampu berprestasi di bidang nonakademik dan kebangsaan.
Pendidikan Vokasi yang Tidak Hanya Berorientasi pada Kompetensi
Bagi SMK Diponegoro Depok, prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian individu. Capaian Sofieya menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menghadirkan pendidikan yang utuh.
Pendidikan vokasi tidak hanya diarahkan untuk membekali siswa dengan keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap bangsa.
Melalui budaya sekolah yang religius, pembinaan karakter yang berkelanjutan, serta berbagai kegiatan pengembangan diri, SMK Diponegoro Depok berupaya melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus karakter kuat.
Prestasi Sofieya menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan vokasi dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan semangat nasionalisme.
Sekolah berharap kepercayaan tersebut dapat terus terjaga dan semakin banyak siswa SMK Diponegoro Depok yang mampu mengukir prestasi di berbagai bidang.
Dari ruang kelas dan bengkel praktik, mereka ditempa menjadi generasi vokasi yang terampil, berkarakter, disiplin, dan siap mengabdi untuk Indonesia.