Nahnutv.ocm Jombang, 28 Agustus 2026 — Di tengah berlangsungnya Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY kembali menegaskan penolakan terhadap segala bentuk politik uang dalam seluruh proses Muktamar.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan pada Jumat, 28 Agustus 2026, di sela-sela pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, sebelum para peserta dari PWNU DIY dan PCNU se-DIY mengikuti agenda Pleno Tata Tertib (Tatib) Muktamar.
Pernyataan ini merupakan penegasan atas hasil Rapat Koordinasi PWNU DIY bersama PCNU se-DIY yang sebelumnya digelar pada Senin, 17 Agustus 2026 di Kantor PWNU DIY, Yogyakarta. Rapat tersebut dipimpin Ketua PWNU DIY, Dr. KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum., bersama Rais Syuriyah PWNU DIY, KH. Drs. Mas’ud Masduki, dan diikuti unsur pimpinan PWNU DIY serta PCNU se-DIY.
Di tengah dinamika Muktamar yang sedang berlangsung, PWNU DIY dan PCNU se-DIY menilai penting untuk kembali menyampaikan sikap tersebut. Muktamar harus tetap menjadi forum permusyawaratan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, integritas, moralitas, ukhuwah, musyawarah, dan adab.
Dalam pernyataan sikap bersama tersebut, PWNU DIY dan PCNU se-DIY menyampaikan enam sikap utama.
Pertama, menolak dengan tegas segala bentuk politik uang dalam seluruh proses Muktamar Ke-35 NU.
Kedua, menyerukan kepada seluruh peserta Muktamar agar tidak menerima, meminta, ataupun memperjualbelikan dukungan dalam bentuk apa pun.
Ketiga, menyerukan kepada seluruh calon dan tim pendukungnya untuk tidak melakukan praktik politik uang, baik secara langsung maupun melalui perantara maupun dalam bentuk transaksi terselubung.
Keempat, mengajak seluruh peserta Muktamar menjadikan integritas, moralitas, kapasitas kepemimpinan, keilmuan, keteladanan, rekam jejak khidmah, serta komitmen terhadap kemaslahatan umat sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan.
Kelima, menyerukan agar seluruh proses Muktamar berlangsung dalam suasana ukhuwah, musyawarah, adab, dan kejujuran.
Keenam, menyerukan kepada seluruh peserta Muktamar untuk menjaga independensi dan menolak segala bentuk intervensi dari pihak luar.
PWNU DIY dan PCNU se-DIY menegaskan bahwa kepemimpinan Nahdlatul Ulama merupakan amanah organisasi dan bagian dari khidmah kepada umat. Karena itu, proses menentukan kepemimpinan NU tidak boleh direduksi menjadi transaksi dukungan atau pertukaran kepentingan.
Menjelang mengikuti Pleno Tata Tertib Muktamar Ke-35 NU, PWNU DIY dan PCNU se-DIY mengajak seluruh peserta untuk menjaga suasana Muktamar agar tetap kondusif, demokratis, bermartabat, dan berkeadaban.
Perbedaan pandangan maupun pilihan dalam Muktamar merupakan bagian dari dinamika musyawarah. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menghilangkan ukhuwah dan persaudaraan sesama Nahdliyin. Seluruh peserta diharapkan menempatkan kepentingan jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
PWNU DIY dan PCNU se-DIY berharap seluruh tahapan Muktamar Ke-35 NU dapat berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah, kejujuran, integritas, independensi, dan adab, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi serta kepentingan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama. (baba)