Nahdliyin

Resmikan Muktamar Ke-35 NU, Presiden Prabowo: Kalau NU Rukun, Indonesia Rukun

admin Diterbitkan 19:48 2 menit membaca
Presiden Prabowo Subianto membuka secaea resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).
Ukuran Teks:

JOMBANG, Nahnu TV – Suara tabuhan beduk oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bergaung di Lapangan Untung Suropati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Penabuhan tersebut menjadi penanda resmi dibukanya gelaran perhelatan tertinggi jam’iyah, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), yang berlangsung hingga Ahad (31/8/2026).

“Pada sore hari ini, hari Kamis, 27 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan muktamirin dari seluruh penjuru nusantara dan luar negeri.

Kilas Balik Patriotisme Kiai dan Pesantren

Dalam pidato sambutannya, Kepala Negara memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap rekam jejak perjuangan ulama serta pengikut NU dalam mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menyinggung spirit nasionalisme yang telah ditanamkan oleh para pendiri (muassis) NU jauh sebelum proklamasi kemerdekaan bergema. Hal itu terbukti melalui gubahan lagu patriotik Syubbanul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah.

“Yang menarik adalah bahwa lagu ini diciptakan oleh Kiai Abdul Wahab Hasbullah belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan. Pada waktu itu kita juga belum tahu negara yang diproklamasikan bentuknya bagaimana,” tutur Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan kembali momentum sejarah perlawanan Pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945 yang tak lepas dari daya juang kalangan kiai dan santri.

“Karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya. Dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November tahun 1945, peran dari ulama, peran dari kiai-kiai, peran daripada pesantren sangat besar,” tegasnya.

Sinergi NU dan Kedaulatan Bangsa

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan dan kekompakan NU merupakan pilar penting bagi ketahanan nasional. Kesejukan dalam berorganisasi akan berbanding lurus dengan stabilitas negara.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” ucap Presiden yang disambut gemuruh tepuk tangan muktamirin.

Penulis Aktif

rdipadilaga

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Penulis aktif di Nahnu TV yang berfokus pada kajian Islam, pendidikan, pesantren, dan pengembangan literasi umat.

Tinggalkan komentar