Nahdliyin

Dr. Muhajir: Muktamar Ke-35 NU Momentum Meletakkan Pondasi Perjuangan di Abad Kedua

R444UL Diperbarui 00:15 4 menit membaca
Ukuran Teks:

Nahnutv.com Jombang, 28 Agustus 2026 -Seluruh delegasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY mengikuti seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Memasuki hari kedua pelaksanaan muktamar, delegasi PWNU DIY dan PCNU se-DIY terus mengikuti berbagai agenda yang telah ditetapkan oleh Steering Committee maupun panitia pelaksana. Semangat mengikuti forum tertinggi organisasi tersebut disampaikan Sekretaris PWNU DIY, Dr. Muhajir, M.Si.

Muhajir menegaskan, Muktamar Ke-35 NU memiliki posisi strategis karena menjadi muktamar pertama yang berlangsung di abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama.

“Ini adalah muktamar pertama di abad kedua Nahdlatul Ulama. Tentunya muktamar ini tidak sekadar rutinitas lima tahunan, tetapi harus dijadikan momentum untuk meletakkan pondasi perjuangan Nahdlatul Ulama di abad kedua,” ujar Muhajir.

Menurutnya, perjuangan NU di abad kedua tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga mencakup perjuangan kemanusiaan dan peradaban. Karena itu, ia berharap perhatian para muktamirin tidak berhenti pada agenda pergantian kepemimpinan semata.

“Fokus muktamirin tidak sekadar pada pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar harus menjadi titik balik, menjadi ajang refleksi, dan yang lebih penting menjadi arena untuk mendiskusikan gagasan, ide-ide, serta nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menghadapi abad kedua,” jelasnya.

Muhajir menilai, tantangan yang dihadapi NU ke depan semakin kompleks seiring dengan perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat, baik dalam konteks nasional maupun internasional. Muktamar, menurutnya, menjadi ruang penting untuk merefleksikan perjalanan satu abad NU sekaligus memastikan keberlanjutan estafet perjuangan para muassis.

“Apakah kita mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan perjuangan para muassis untuk seratus tahun yang akan datang? Ini menjadi salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab melalui muktamar,” katanya.

Jaga Kemandirian dan Marwah Muktamar

Selain persoalan gagasan dan arah perjuangan NU, Muhajir juga menyoroti pentingnya menjaga independensi serta marwah Muktamar Ke-35 NU. Ia berharap berbagai isu mengenai kemungkinan intervensi kekuasaan maupun politik uang tidak benar-benar terjadi dalam proses muktamar.

“Semoga aroma-aroma itu hanya sekadar aroma saja, artinya tidak terjadi. Muktamirin tetap pada prinsipnya, yaitu merdeka dan independen,” tegasnya.

Ia berharap seluruh muktamirin dapat menentukan pilihan kepemimpinan NU untuk lima tahun mendatang secara bebas, bertanggung jawab, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Muktamirin dapat menentukan pilihannya, khususnya dalam kepemimpinan Nahdlatul Ulama lima tahun yang akan datang, secara gembira, secara merdeka, independen, dan tentunya bertanggung jawab,” imbuh Muhajir.

Bagi PWNU DIY dan PCNU se-DIY, kata Muhajir, kemandirian muktamar merupakan hal penting yang harus dijaga bersama. Proses pengambilan keputusan organisasi harus berlangsung secara bermartabat, beretika, dan beradab.

Perkuat Khidmah NU di Bidang Non-Keagamaan

Muhajir juga menyampaikan sejumlah agenda strategis yang perlu mendapat perhatian serius dalam Muktamar Ke-35 NU. Salah satunya adalah penguatan khidmah NU di bidang non-keagamaan.

Ia mengatakan, kiprah NU dalam bidang keagamaan selama ini telah mendapatkan pengakuan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya melalui peran NU dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

“Di bidang keagamaan, semua kalangan, tidak saja di lingkungan Nahdlatul Ulama, tetapi juga nasional maupun internasional, sudah mengakui kiprah Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Namun, tantangan NU ke depan tidak berhenti pada bidang keagamaan. Menurut Muhajir, masyarakat kini menantikan kontribusi NU yang lebih luas dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.

“Masyarakat, baik nasional maupun internasional, menunggu kiprah Nahdlatul Ulama dalam bidang kemaslahatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, begitu juga dalam bidang pengembangan pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

Karena itu, Muktamar Ke-35 NU dinilai harus menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan langkah strategis NU dalam menghadapi berbagai tantangan abad kedua.

Muhajir menekankan bahwa seluruh agenda besar tersebut harus tetap berpijak pada jati diri Nahdlatul Ulama dan semangat para muharrik atau penggerak NU.

“Muktamar ini harusnya menjadi ajang konsolidasi sekaligus ajang mempersiapkan diri untuk menatap masa depan NU di abad kedua, dengan semuanya kembali kepada jati diri NU dan jati diri para muharrik, para penggerak Nahdlatul Ulama,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa seluruh perjuangan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada semangat li kalimatillah serta fungsi NU sebagai ri’ayatud din wa ri’ayatul mujtama’, yakni menjaga agama sekaligus mengupayakan kemaslahatan masyarakat.

Muhajir berharap seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU dapat berjalan lancar, sukses, dan penuh keberkahan serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi perjalanan Nahdlatul Ulama di abad kedua.

“Jika pada saatnya nanti terjadi peralihan kepemimpinan, semoga berlangsung secara bermartabat, beretika, dan beradab,” pungkasnya. (baba)

Pimpinan Redaksi

R444UL

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Jurnalis di Divisi Redaksi dengan spesialisasi dalam peliputan investigatif dan penulisan berita mendalam. Berfokus pada penggalian isu aktual, wawancara narasumber kunci, dan penyajian laporan lapangan yang tajam, akurat, serta objektif untuk publik.

Tinggalkan komentar