Nahdliyin

7 Tausiah Kiai Sepuh di Lirboyo: Wajib Jaga Marwah dan Kemandirian Muktamar NU

admin Diterbitkan 00:07 3 menit membaca
Pertemuan para kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) kemarin
Ukuran Teks:

KEDIRI, Nahnu TV – Para kiai sepuh menyerukan pesan penting kepada seluruh peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (muktamirin) agar senantiasa menjaga marwah, martabat, dan kehormatan jam’iyyah. Pesan tegas ini ditegaskan guna mengawal proses Muktamar tetap berada di jalur kemandirian serta terbebas dari berbagai bentuk manipulasi, provokasi, maupun intervensi.

Pesan moral dan tausiah tersebut lahir dari hasil forum silaturahmi para kiai sepuh yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).

Sejumlah kiai sepuh dan tokoh ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH ‘Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu’adz Thohir (Kajen), KH Abdullah Ubab Maimoen (Rembang), serta KH Muhibbul Aman Aly (Pasuruan).

Amanah Besar Muktamirin dan Peringatan Moral

Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mengutarakan bahwa tausiah ini diniatkan sebagai pengingat mendalam bagi para muktamirin yang memegang kedaulatan serta hak suara utama. Menurut Kiai Ma’ruf, memilih pemimpin NU harus dilandasi ikhlas demi kemaslahatan organisasi, bukan karena dorongan kepentingan pribadi atau tekanan kelompok.

“Tausiah ini artinya untuk mengingatkan, pertama, kepada para muktamirin sebagai pemegang hak utama supaya dia menggunakan haknya dengan baik, jangan terintimidasi dengan terkena provokasi, memilih yang terbaik, baik AHWA maupun juga pengurus NU yang akan datang,” tegas Kiai Ma’ruf.

Lebih jauh, Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengingatkan konsekuensi spiritual yang berat jika memilih pemimpin tanpa memedulikan kelayakan dan integritas.

“Jadi khianat kepada Nabi, khianat kepada pendiri (NU). Apalagi kalau memilihnya itu ada sesuatu, maka dosanya menjadi bertambah,” terangnya seraya menekankan pentingnya menjaga akhlakul karimah selama permusyawaratan berlangsung.

7 Poin Tausiah Kiai Sepuh untuk Muktamar NU

Tujuh poin tausiah kiai sepuh yang dibacakan oleh KH Muhibbul Aman Aly mencakup arahan penting bagi internal jam’iyyah maupun pihak luar:

  • Menjaga Akhlak & Khittah: Menyerukan agar Muktamar dijauhkan dari tindakan tidak terpuji dan tetap berpegang teguh pada khittah nahdliyyah serta adab keulamaan.
  • Utamakan Maslahat Jam’iyyah: Imbauan bermusyawarah dengan hati jernih untuk memilih pemimpin terbaik dan menghentikan pertikaian.
  • Menjaga Kesucian Forum AHWA: Menegaskan agar proses Ahlul Halli wal ‘Aqdi tidak dinodai oleh transaksi, rekayasa, atau tekanan politik.
  • Hormati Hak Muktamirin: Melarang adanya pengondisian dan manipulasi yang merenggut kebebasan memilih para muktamirin.
  • Independensi dari Pihak External: Meminta kekuatan politik luar dan pemerintah untuk menghormati kedaulatan dan kemandirian Nahdlatul Ulama.
  • Kepercayaan pada Presiden Prabowo: Menaruh harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengawal netralitas jajaran pemerintah dan menindak tegas oknum pejabat yang terbukti melakukan intervensi.
  • Seruan Hentikan Pengacauan: Mengimbau pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran Muktamar untuk segera bertaubat dan menghentikan aksinya.

Penulis Aktif

rdipadilaga

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Penulis aktif di Nahnu TV yang berfokus pada kajian Islam, pendidikan, pesantren, dan pengembangan literasi umat.

Tinggalkan komentar