Yogyakarta, NahnuTV – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU DIY turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui serangkaian kegiatan seni, budaya, dan kreativitas yang melibatkan generasi muda. Mengusung semangat perpaduan tradisi, spiritualitas, dan ekspresi kontemporer, rangkaian kegiatan ini menjadi ruang bagi santri untuk berekspresi sekaligus merespons realitas sosial melalui bahasa seni.
Berbagai agenda telah disiapkan dalam rangkaian Semarak Hari Santri Nasional 2026, mulai dari gelaran wayang ekologi bertajuk “Taring Padi”, lomba mewarnai tingkat TK/playgroup, diskusi dan pemutaran film “Receh”, hingga workshop komik strip, merajut (rajut), dan doodle art. Selain itu, terdapat pula lomba mewarnai dan menggambar se-DIY yang memperebutkan trofi Anggota MPR RI.
Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di sejumlah lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang Oktober hingga November 2026.
Gelaran Wayang “Taring Padi” direncanakan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di PP Nurul Umah, Kota Gede. Selanjutnya, lomba mewarnai tingkat TK/playgroup akan digelar untuk memperebutkan trofi Bupati Sleman.
Pada 25 Oktober 2026, agenda berlanjut dengan diskusi dan pemutaran film “Receh” bersama Iwan RS di PP Wahid Hasyim. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara karya film, gagasan, dan refleksi atas realitas kehidupan masyarakat.
Sementara itu, workshop komik strip bersama Sony P dijadwalkan berlangsung pada Oktober–November 2026, dengan lokasi kegiatan di LP Ma’arif PWNU DIY, wilayah Kota Yogyakarta, Bantul, dan Gunungkidul.
Puncak rangkaian kegiatan seni kreatif berikutnya dijadwalkan pada 31 Oktober 2026 di Gedung DPD RI DIY. Agenda tersebut meliputi lomba mewarnai dan menggambar se-DIY, workshop rajut bersama Amik, serta workshop doodle art bersama Kartiko.
Seni sebagai Ruang Ekspresi dan Penguatan Peran Santri
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Lesbumi PWNU DIY berupaya menghadirkan seni bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan juga sebagai sarana pendidikan, refleksi, dan dialog kebudayaan.
Lomba mewarnai dan menggambar menjadi ruang untuk menumbuhkan imajinasi serta kreativitas anak-anak. Adapun workshop komik strip, rajut, dan doodle art memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan mengeksplorasi beragam bentuk ekspresi kreatif.
Di sisi lain, gelaran wayang ekologi serta diskusi dan pemutaran film membuka ruang pembicaraan mengenai hubungan manusia dengan lingkungan dan persoalan sosial melalui pendekatan seni dan kebudayaan.
Semangat ini sejalan dengan upaya meneguhkan peran santri dalam membangun peradaban. Santri tidak hanya dipandang sebagai penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai generasi yang mampu berdialog dengan perkembangan zaman, mengolah gagasan, dan menghadirkan kontribusi kreatif bagi masyarakat.
Melalui Semarak Hari Santri Nasional 2026, Lesbumi PWNU DIY mengajak masyarakat untuk melihat seni dan budaya sebagai bagian penting dari kehidupan santri. Perjumpaan antara warisan tradisi, nilai spiritualitas, dan ekspresi kontemporer diharapkan dapat memperkuat kreativitas, daya kritis, serta kepedulian sosial generasi muda.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk merawat kebudayaan sekaligus memperluas ruang partisipasi santri dalam membangun kehidupan masyarakat yang kreatif, berdaya, dan berkeadaban.