GKMNU Diharapkan Menjadi ‘Vaksin’ dari Potensi Dehumanisasi Akibat Teknologi Digital

Nahnutv.com Jakarta – Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU) diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai tantangan sosial, termasuk potensi dehumanisasi akibat perkembangan teknologi digital. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, dalam sebuah forum yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan pengurus Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan tersebut, KH Yahya Cholil Staquf menekankan bahwa GKMNU bukan sekadar program, tetapi merupakan bagian dari paradigma utama khidmah NU kepada masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa pelayanan NU terhadap umat harus diwujudkan dalam bentuk pembinaan keluarga, sebagaimana yang telah dilakukan para ulama terdahulu.

Lebih lanjut, KH Yahya Cholil Staquf mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam era digital saat ini. “Kita melihat adanya tren pergaulan yang semakin didominasi oleh platform teknologi digital. Hal ini berpotensi mengurangi interaksi langsung yang penuh kehangatan dan kemanusiaan di antara sesama,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia berharap GKMNU dapat menjadi ‘vaksin’ yang menjaga kehangatan sosial dan kesejatian hubungan antarmanusia di tengah penetrasi teknologi yang kian masif.

Dalam forum tersebut, ia juga menginstruksikan agar GKMNU segera merancang dan melaksanakan gerakan pembinaan shalat, tanpa harus menunggu kerja sama dengan pihak lain. “Segala kemaslahatan hidup dimulai dengan shalat. Maka, gerakan ini harus segera kita bangun dan eksekusi sendiri,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, termasuk Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasrudin Umar, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Dr. Ahmad Dofiri, serta jajaran pengurus besar NU. Selain itu, beberapa perwakilan kementerian juga hadir untuk menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan NU dalam berbagai bidang, termasuk Kementerian BKKBN dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran.

KH Yahya Cholil Staquf menutup pidatonya dengan harapan bahwa gerakan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga-keluarga di Indonesia. “Insyaallah, dengan kerja nyata dan keberkahan, gerakan ini akan membawa maslahat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *