Tadarus Ramadan #3 Bahas Kepemimpinan NU di Era Disrupsi

Nahnutv.com Yogyakarta – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) kembali menggelar kegiatan Tadarus Ramadan #3 yang mengangkat tema “Kepemimpinan NU di Era Disrupsi: Digitalisasi, Anak Muda, dan Politik Kebangsaan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 10 Maret 2026 di Aula Kantor PWNU DIY.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki perhatian terhadap isu kepemimpinan dan masa depan NU, di antaranya Khotimatul Husna, Alissa Wahid, Ahmad Rafiq, serta Fina Itriyati. Para pembicara membahas berbagai tantangan yang dihadapi NU di tengah perubahan sosial yang cepat, terutama terkait perkembangan teknologi digital, peran generasi muda, dan dinamika politik kebangsaan.

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa perubahan demografi dan kemajuan teknologi menuntut NU untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Ahlussunnah wal Jamaah. Digitalisasi membuka ruang baru bagi dakwah dan penguatan organisasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi serta pergeseran pola interaksi sosial di kalangan generasi muda.

Para narasumber juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam keberlanjutan organisasi. Dengan jumlah generasi milenial dan Gen Z yang semakin dominan dalam struktur demografi Indonesia, NU perlu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi mereka, baik dalam pengembangan gagasan, inovasi digital, maupun penguatan gerakan sosial keagamaan.

Selain itu, pembahasan juga menyinggung posisi NU dalam konteks politik kebangsaan. Sebagai organisasi keagamaan yang memiliki basis sosial luas, NU diharapkan terus berperan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat moderasi beragama, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang adil dan harmonis.

Kegiatan Tadarus Ramadan ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis bagi warga NU untuk membaca perubahan zaman. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah konkret dalam memperkuat kepemimpinan NU yang adaptif, inklusif, serta mampu menjawab tantangan era disrupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *