Nahdliyin

Siap Menuju Muktamar ke-35 NU: Ini Susunan Acara dan Tahapan Pemilihan Rais Aam & Ketum PBNU

admin Diterbitkan 19:53 3 menit membaca
Ukuran Teks:

JOMBANG, Nahnu TV – Suasana khidmat nan penuh keberkahan menyelimuti Bumi Bahrul Ulum. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi merilis jadwal rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Pengumuman penting tersebut tertuang dalam surat PBNU Nomor 970/PB.02/A.I.01.47/99/08/2026 tertanggal 23 Agustus 2026, yang ditandatangani oleh Rais Syuriyah PBNU Prof Mohammad Nuh dan Katib Aam PBNU Akhmad Said Asrori. Rangkaian perhelatan tertinggi warga Nahdliyin ini dijadwalkan bakal dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, berlokasi di Lapangan Untung Suropati.

Melalui edaran tersebut, PBNU juga mengingatkan sejumlah panduan teknis bagi seluruh utusan PWNU, PCNU, maupun PCINU. Pelayanan registrasi dan pengambilan ID Card peserta akan dibuka mulai Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB di kompleks MA dan MTs Bahrul Ulum. Para utusan diminta memastikan QR Code pendaftaran telah terverifikasi valid sesuai Surat Keputusan PBNU yang berlaku demi menjaga kelancaran dan ketertiban khidmah bersama.

Agenda Lengkap Muktamar ke-35 NU

Pembukaan yang Penuh Khidmat

Muktamar diawali pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Lapangan Untung Suropati. Upacara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan marwah kebangsaan Syubbanul Wathon, pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta sholawat, hingga ucapan selamat datang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sesi berikutnya diisi sambutan Shohibul Bait (tuan rumah), laporan Ketua Panitia Muktamar ke-35, serta penyerahan draf materi Muktamar kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Setelah arahan Ketum PBNU, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar akan menyampaikan Khutbah Iftitah yang menyejukkan. Pembukaan resmi ditandai dengan amanat Presiden RI Prabowo Subianto dan dipungkas dengan doa bersama.

Persidangan, LPJ, dan Forum Bahtsul Masail

Pada Jumat, 28 Agustus 2026, alur forum mulai memasuki sidang-sidang krusial:

  • Sidang Pleno I (08.00–11.00 WIB): Dipimpin oleh KH Ahmad Said Asrori dan Prof H Mohammad Nuh di Ruang Pleno GSG untuk membahas serta mengesahkan tata tertib Muktamar.
  • Sidang Pleno II (13.30–17.00 WIB): Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU, pandangan umum PWNU/PCNU, serta jawaban PBNU atas pandangan umum tersebut.
  • Sidang Komisi (19.00–22.30 WIB): Pembahasan mendalam yang terbagi ke dalam enam komisi kemaslahatan:
    • Komisi A (Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyyah): Halaman MAN 3.
    • Komisi B (Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah): Aula Ma’had Aly.
    • Komisi C (Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qonuniyyah): Aula Madrasah Fatah Hasyim.
    • Komisi D (Organisasi): Aula GSG.
    • Komisi E (Program): Aula Kampus IAIBAFA.
    • Komisi F (Rekomendasi): Aula Unwaha.

Pengesahan Hasil Komisi hingga Pemilihan Khidmah Baru

Memasuki Sabtu, 29 Agustus 2026, pembahasan komisi berlanjut hingga pukul 12.00 WIB. Usai ishoma, rangkaian dilanjutkan dengan:

  • Sidang Pleno III (13.30–15.00 WIB): Laporan dan pengesahan hasil sidang-sidang komisi.
  • Sidang Pleno IV (15.30–17.30 WIB): Pengesahan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum, serta tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
  • Sidang Pleno V (19.30–23.30 WIB): Demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021–2026, penetapan anggota Ahwa, musyawarah tertutup Ahwa untuk pengesahan Rais Aam masa khidmah 2026–2031, pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031, serta penetapan mede formatur.

Majelis Penutupan

Rangkaian permusyawaratan tertinggi NU ini diakhiri pada Ahad, 30 Agustus 2026, pukul 08.30–10.15 WIB di Ruang Pleno GSG. Acara diisi dengan laporan panitia, penyerahan hasil Muktamar, sambutan Shohibul Bait, serta sambutan perdana Ketua Umum PBNU terpilih.

Penutupan secara resmi ditandai dengan arahan dan khutbah Rais Aam PBNU terpilih masa khidmah 2026–2031 yang diiringi doa kebangsaan. Seluruh perhelatan kemudian ditutup dengan konferensi pers bersama Rais Aam dan Ketum PBNU terpilih pada pukul 10.15–12.00 WIB.

Semoga perhelatan muktamar di Pesantren Tambakberas ini melahirkan keputusan-keputusan mulia demi kemaslahatan umat, bangsa, dan peradaban dunia. Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

Penulis Aktif

rdipadilaga

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Penulis aktif di Nahnu TV yang berfokus pada kajian Islam, pendidikan, pesantren, dan pengembangan literasi umat.

Tinggalkan komentar