Nahdliyin

Presiden Prabowo Tegaskan Tak Intervensi Muktamar Ke-35 NU, Puji Warisan Patriotisme Kiai Wahab

admin Diterbitkan 19:12 2 menit membaca
Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Nahnu TV
Ukuran Teks:

JOMBANG, Nahnu TV – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi maupun mengatur jalannya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Prabowo mengapresiasi kehangatan dan independensi NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia.

“Saya tidak mengatur ini semua, saya juga tidak mengerti. Tapi ya kita menerima ini semua,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan muktamirin dan jajaran pengurus PBNU.

Ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang tinggi kepada PBNU atas undangan untuk hadir dan membuka agenda tertinggi organisasi tersebut.

Meneladani Patriotisme Syubbanul Wathan

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menggarisbawahi peran historis NU dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Menurutnya, bukti nyata dari semangat kebangsaan NU tercermin dari gubahan lagu patriotik Syubbanul Wathan.

“Lagu ini bisa dikatakan adalah lagu patriotik, lagu nasionalis, lagu yang dibuat oleh kelompok religius tapi semangatnya adalah semangat cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang luar biasa,” jelasnya.

Ia menyoroti keteladanan KH Abdul Wahab Chasbullah yang menciptakan lagu tersebut belasan tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Spirit ini menunjukkan visionernya para ulama pesantren dalam membingkai agama dan cita-cita berbangsa.

“Pada waktu itu negara yang diproklamasikan bagaimana, namanya saja belum begitu jelas, tapi pemimpin-pemimpin religius berani membuat lagu yang demikian patriotik dan demikian nasionalis,” tuturnya.

Cita-cita para pendiri NU (Muassis), lanjut Prabowo, adalah membawa bangsa Indonesia bangkit dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia melalui keadilan dan kemakmuran.

Daftar Tokoh Bangsa yang Hadir:

  • Jajaran Pimpinan Negara: Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
  • Menteri & Pejabat Kabinet: Menag Nasaruddin Umar, Mendagri Tito Karnavian, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri PPPA Arifah Fauzi, KSP Dudung Abdurachman, Menteri Haji & Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wamen Haji & Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
  • Tokoh Agama & Tokoh Nasional: Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid, KH Ma’ruf Amin, Ketum PP Muhammadiyah H Haedar Nashir, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Penulis Aktif

rdipadilaga

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Penulis aktif di Nahnu TV yang berfokus pada kajian Islam, pendidikan, pesantren, dan pengembangan literasi umat.

Tinggalkan komentar