Nahdliyin

Alhamdulillah, Tanah untuk Kantor Baru PWNU DIY Senilai Rp5,2 Miliar Telah Lunas

R444UL Diterbitkan 14:23 4 menit membaca
Ukuran Teks:

Nahnutv.com Yogyakarta, 4 September 2026 — Alhamdulillah, ikhtiar panjang Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) dalam pengadaan tanah untuk kantor baru akhirnya membuahkan hasil.

Pada Jumat, 4 September 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Kantor PWNU DIY, telah dilaksanakan pelunasan pembelian tanah seluas 926 meter persegi yang berlokasi di kawasan Krapyak, Yogyakarta.

Tanah tersebut memiliki nilai pembelian sebesar Rp5.200.000.000. Alhamdulillah, melalui berbagai skema penggalangan dana, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp5.332.500.000.

Capaian tersebut merupakan buah dari ikhtiar, kebersamaan, dan gotong royong berbagai pihak. Jauh sebelum pelaksanaan Gerakan Lelang Wakaf Tanah melalui Uang, PWNU DIY telah melakukan berbagai upaya penggalangan dana, mulai dari iuran dan kontribusi para pengurus NU di lingkungan DIY, dukungan lembaga dan badan otonom NU, hingga partisipasi para dermawan dan masyarakat.

Berbagai skema tersebut terus dilakukan melalui wakaf, jariyah, donasi, serta dukungan dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan dan pengembangan Nahdlatul Ulama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu momentum penting berlangsung melalui Gerakan Lelang Wakaf Tanah PWNU DIY melalui Uang yang digelar di Hotel Alana Yogyakarta, Ahad, 2 Agustus 2026. Kegiatan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia dan BPD DIY Syariah tersebut berhasil menghimpun komitmen wakaf sebesar Rp1.132.500.000.

Sejumlah lembaga dan tokoh turut memberikan komitmen wakaf dalam kegiatan tersebut, di antaranya LP Ma’arif PWNU DIY sebesar Rp500 juta, Anggota DPD RI Gus Hilmy Muhammad Rp100 juta, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih Rp100 juta, Pondok Krapyak Yayasan Ali Maksum Rp100 juta, RMI PWNU DIY Rp50 juta, UNU Yogyakarta bersama Rektor UNU Yogyakarta Rp75,5 juta, serta BPD DIY Syariah Rp25 juta.

Namun, perjalanan pengadaan tanah ini tidak berhenti pada kegiatan lelang wakaf. Sebelumnya, Tim Pengadaan Tanah PWNU DIY telah melakukan berbagai ikhtiar penggalangan dana melalui iuran para pengurus NU, kontribusi lembaga dan badan otonom, program jariyah, wakaf, serta dukungan para dermawan.

Dari seluruh rangkaian ikhtiar tersebut, terkumpul dana sebesar Rp5.332.500.000, sehingga pembelian tanah senilai Rp5,2 miliar dapat diselesaikan.

Ketua PWNU DIY: Ini Hasil Gotong Royong Bersama

Ketua PWNU DIY, Dr. KH Ahmad Zuhdi Muhdlor, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah ikut berjuang dalam proses pengadaan tanah tersebut.

Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyelesaikan pelunasan tanah untuk kantor PWNU DIY. Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi merupakan hasil dari kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian seluruh pengurus NU serta para donatur dan dermawan,” ungkapnya.

Dr. KH Ahmad Zuhdi Muhdlor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus NU di lingkungan PWNU DIY yang sejak awal turut memberikan iuran dan kontribusi, serta kepada lembaga, badan otonom, tokoh masyarakat, para dermawan, dan seluruh donatur yang telah memberikan wakaf, jariyah, maupun bantuan dalam berbagai bentuk.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan dermawan. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, sangat berarti dalam perjalanan pengadaan tanah ini. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan panjenengan semua dengan pahala yang berlipat dan menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan melunasi tanah seluas 926 meter persegi tersebut menjadi momentum penting bagi PWNU DIY untuk melanjutkan perjuangan pada tahap berikutnya, yakni pembangunan gedung kantor baru.

Tanah ini bukan sekadar aset organisasi. Insyaallah, tanah ini akan menjadi rumah bersama untuk berkhidmat kepada umat, tempat mengembangkan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan berbagai program kemaslahatan masyarakat di DIY,” ujarnya.

Pengadaan lahan baru menjadi kebutuhan penting bagi PWNU DIY karena kantor yang saat ini digunakan akan terdampak program revitalisasi kawasan Kraton Yogyakarta. Karena itu, keberadaan tanah baru diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan pelayanan dan pengembangan organisasi NU di DIY.

Kini, setelah proses pembelian tanah berhasil dituntaskan, perjuangan PWNU DIY memasuki tahap berikutnya: membangun gedung kantor baru.

Gedung tersebut diharapkan bukan hanya menjadi pusat administrasi organisasi, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi warga Nahdlatul Ulama, pusat pelayanan umat, ruang pendidikan dan dakwah, serta tempat lahirnya berbagai gagasan dan gerakan untuk kemaslahatan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.

PWNU DIY menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus NU, lembaga dan badan otonom NU, para tokoh, donatur, dermawan, serta seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang ini.

Setiap iuran, wakaf, jariyah, dan donasi yang diberikan telah menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya rumah baru PWNU DIY.

Alhamdulillah, tanahnya telah lunas.
Gotong royong telah membuktikan kekuatannya.
Kini, mari bersama melanjutkan ikhtiar membangun rumah besar khidmat NU.

Semoga seluruh amal dan kontribusi yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menjadi keberkahan bagi para donatur dan kemaslahatan bagi umat.

Terima kasih kepada seluruh pengurus, donatur, dermawan, dan semua pihak yang telah berjuang bersama.

Tanah ini adalah hasil perjuangan kita bersama.
Rumah ini kelak akan menjadi rumah untuk berkhidmat kepada umat.
(baba)

Pimpinan Redaksi

R444UL

Divisi Redaksi Nahnu TV
Artikel Lainnya

Jurnalis di Divisi Redaksi dengan spesialisasi dalam peliputan investigatif dan penulisan berita mendalam. Berfokus pada penggalian isu aktual, wawancara narasumber kunci, dan penyajian laporan lapangan yang tajam, akurat, serta objektif untuk publik.

Tinggalkan komentar