MUSYKERCAB PCNU BANTUL : Kiai Zuhdi :pentingnya fokus pada program yang implementatif dan realistis

Nahnutv.com Bantul – Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Bantul masa khidmat 2024-2029 resmi digelar pada Ahad (2/2/2025) di Gedung Induk Mandala Saba Purwa Lantai III, Kompleks Pemda Bantul. Acara ini dihadiri oleh Ketua PWNU DIY Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, Bupati Bantul, serta seluruh jajaran pengurus PCNU Bantul yang meliputi Mustasyar, Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, banom, serta perwakilan MWC NU se-Kabupaten Bantul.

Muskercab ini menjadi momentum penting bagi PCNU Bantul dalam menyusun program kerja yang efektif dan efisien guna memajukan organisasi dan masyarakat di wilayah tersebut. Acara diawali dengan khutbah iftitah oleh Rais Syuriyah PCNU Bantul Drs. KH. Damanhuri yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam berkhidmat kepada umat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU DIY Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Muskercab I PCNU Bantul. Ia menegaskan pentingnya fokus pada program yang implementatif dan realistis, bukan sekadar daftar keinginan yang sulit diwujudkan.

“Jangan membuat daftar keinginan yang sulit dilaksanakan karena itu bisa menjadi tidak terukur. Program harus bisa dijalankan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kiai Zuhdi menyoroti tantangan sosial yang semakin kompleks di tengah perubahan pola hubungan antarindividu, termasuk antara orang tua dan anak, antar tetangga, serta relasi suami-istri. Menurutnya, perubahan ini perlu disikapi secara bijaksana agar umat tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Kiai Zuhdi juga menekankan perlunya kesiapan NU dalam menghadapi tantangan hukum yang semakin dinamis. Ia mengingatkan bahwa aspek legalitas dan tata kelola yang baik menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan organisasi di tengah dinamika masyarakat modern.

“Banyak sekali perubahan dalam pola hubungan antar manusia, termasuk antar anak dengan orang tua, antar tetangga, serta relasi suami-istri yang mengalami tantangan. Hal ini harus disikapi dengan bijaksana agar umat tetap berada dalam koridor yang tepat,” ujarnya. (baba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *