Presiden Prabowo Subianto: NU Pilar Persatuan dan Penjaga Kedamaian Bangsa

Nahnutv.com Malang — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur. Di hadapan jajaran Pengurus Besar NU, para kiai, ulama, santri, serta ribuan warga Nahdliyin, Presiden menyampaikan apresiasi atas peran historis NU dalam menjaga persatuan, kemerdekaan, dan stabilitas bangsa.

Mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur, Presiden menyampaikan rasa hormat kepada Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PBNU, Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Anwar Mansur, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta seluruh undangan yang hadir.

Presiden mengaku setiap berada di tengah keluarga besar NU, ia merasakan kesejukan, semangat persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. “Saya merasakan getaran harapan atas Indonesia yang adil dan makmur,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa perjalanan 100 tahun NU telah membuktikan konsistensi organisasi tersebut dalam menjaga keutuhan negara. Ia mengingatkan bahwa meskipun Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan di Jakarta pada 17 Agustus 1945, ujian mempertahankan kemerdekaan berlangsung sengit di Surabaya dan Jawa Timur, dengan peran sentral para kiai dan santri.

“Bangsa Indonesia telah membuktikan tidak mau tunduk kepada siapa pun yang ingin menjajah kembali negeri ini,” tegasnya.

Presiden juga menekankan pentingnya kerukunan para pemimpin nasional. Menurutnya, tidak ada bangsa yang kuat dan makmur tanpa perdamaian, dan tidak ada perdamaian tanpa persatuan para pemimpinnya. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyingkirkan dendam, kebencian, dan perpecahan, serta mengedepankan musyawarah untuk mufakat sebagai kepribadian bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan sejumlah capaian dan komitmen pemerintahannya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Ia menegaskan bahwa amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dimaknai sebagai perlindungan terhadap rakyat dari kemiskinan, kelaparan, keterbatasan layanan kesehatan, dan akses pendidikan.

Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah fokus pada penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menyebut cadangan beras nasional mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah pada akhir 2025, serta optimisme menuju swasembada jagung dan swasembada pangan secara menyeluruh dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, program bantuan pangan dan makan bergizi telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, dengan target mencapai lebih dari 82 juta penerima pada akhir tahun. Pemerintah juga berkomitmen memperluas lapangan kerja, mempercepat industrialisasi, serta membangun jutaan rumah terjangkau bagi masyarakat.

Dalam sektor pelayanan haji, Presiden menyampaikan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah setelah pemerintah Arab Saudi memberikan izin kepemilikan lahan bagi Indonesia. Fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya haji bagi jamaah Indonesia.

Menutup sambutannya, Presiden mengucapkan selamat Satu Abad Nahdlatul Ulama. Ia berharap NU terus berkiprah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menjaga toleransi antarumat beragama, serta menjadi penjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

“NU akan selalu menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kedamaian bangsa,” ujarnya. (baba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *