Nahnutv.com Yogyakarta – Wakil Katib Syuriah PWNU DIY sekaligus pengasuh Pondok Pesantren UNU Yogyakarta, **KH Edy Musoffa, S.Ag., MHI., mengajak umat Islam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kegembiraan, kesiapan, dan perencanaan ibadah yang matang.
Hal tersebut ia sampaikan dalam tausiyah Ramadan kepada Sahabat UNU Yogyakarta. Dalam kesempatan itu ia mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah dan berharap bulan suci ini menjadi ladang amal bagi seluruh umat Islam.
Menurutnya, umat Islam sering menyambut Ramadan dengan ungkapan “Marhaban ya Ramadan.” Ia menjelaskan bahwa kata marhaban berasal dari bahasa Arab yang berakar dari kata rahaba yang berarti luas atau lapang.
“Maknanya adalah kita menyambut Ramadan dengan hati yang lapang, penuh sukacita, tidak mengeluh, tidak bersungut-sungut. Karena Ramadan adalah bulan yang sangat mulia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadan bahkan disebut sebagai sayyidus syuhur atau pemimpin dari seluruh bulan. Pada bulan ini Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan.
Karena itu, menurutnya, Ramadan harus dipersiapkan dengan baik dan diisi dengan berbagai kegiatan ibadah yang terencana agar hasilnya maksimal.
Empat Program Ibadah di Bulan Ramadan
Dalam tausiyahnya, KH Edy Musoffa menyampaikan empat hal penting yang dapat dijadikan program ibadah selama Ramadan.
Pertama, tahsinus shiyam (memperbaiki kualitas puasa).
Ia menjelaskan bahwa puasa secara fikih memang didefinisikan sebagai menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak fajar hingga magrib. Namun hakikat puasa tidak berhenti pada definisi tersebut.
Puasa juga berarti menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dapat merusak pahala puasa, seperti berkata kasar, memaki, marah, menghina, atau membicarakan keburukan orang lain.
Ia mengutip hadis Nabi yang mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus.
“Karena itu kita harus menjaga lisan, menjaga telinga, menjaga mata, bahkan menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa,” jelasnya.
Kedua, meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah.
Menurutnya, Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki kedekatan dengan Allah, terutama dengan menjaga salat lima waktu secara berjamaah.
Selain salat wajib, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak salat sunnah seperti salat rawatib, tahajud, dan tarawih.
Ia mengingatkan agar ibadah tersebut dilakukan dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa.
“Salat adalah pertemuan antara hamba dengan Tuhannya. Karena itu harus dilakukan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Ketiga, menjadikan Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an.
Ia mengajak umat Islam untuk lebih akrab dengan Al-Qur’an selama Ramadan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat target membaca Al-Qur’an, misalnya satu hari satu juz.
Dengan demikian, seseorang dapat menuntaskan khataman Al-Qur’an selama Ramadan.
“Al-Qur’an akan menjadi sahabat di dunia, penghibur di alam kubur, cahaya di hari kiamat, dan pemberi syafaat bagi para pembacanya,” ungkapnya.
Keempat, memperbaiki hubungan sosial melalui sedekah.
Ramadan juga harus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dengan memperbanyak sedekah.
Ia menyebutkan bahwa memberi makan orang yang berpuasa memiliki pahala yang sangat besar, bahkan setara dengan pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka.
“Karena itu mari kita sisihkan sebagian rezeki kita untuk berbagi takjil, membantu sesama, atau kegiatan sosial lainnya,” tuturnya.
Ramadan sebagai Ladang Amal
Di akhir tausiyahnya, KH Edy Musoffa berharap Ramadan benar-benar menjadi ladang amal bagi umat Islam.
Ia menegaskan bahwa jika empat hal tersebut dapat dijalankan dengan baik—memperbaiki kualitas puasa, menjaga ibadah salat, memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah—maka Ramadan akan menjadi momentum besar untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan.
“Semoga Ramadan benar-benar menjadi ladang amal bagi kita semua dan kita mendapatkan rahmat serta keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.

