Gus Awal: Menjaga Lisan dan Hati di Bulan Ramadan

Nahnutv.com Yogyakarta – Dalam program One Day One Ayat Ramadan 1447 H / 2026 yang diselenggarakan PWNU DIY melalui Nahnu TV, Ketua LESBUMI PWNU DIY Awaludin G. Mualif atau yang akrab disapa Gus Awaludin menyampaikan refleksi keagamaan tentang pentingnya menjaga lisan dan membersihkan hati selama bulan suci Ramadan.

Dalam kajian tersebut, Gus Awaludin mengawali dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

“Zhaharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aydin nas…”

yang berarti: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.”

Menurut beliau, ayat ini tidak hanya berbicara tentang kerusakan lingkungan secara fisik. Dalam penjelasan ulama, makna ayat tersebut juga memiliki dimensi spiritual yang berkaitan dengan perilaku manusia.

Merujuk pada keterangan ulama dalam kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani, yang mengutip penjelasan Abu Bakar Ash-Shiddiq, “daratan” (al-barri) dapat dimaknai sebagai lisan manusia. Ketika lisan tidak dijaga, berbagai kerusakan sosial dapat muncul, seperti fitnah, adu domba (namimah), ejekan, hingga perkataan yang menyakiti orang lain.

Sementara “lautan” (al-bahri) dimaknai sebagai hati manusia. Ketika hati dipenuhi penyakit seperti iri, dengki, dan kebencian, maka itulah bentuk kerusakan batin yang terjadi dalam diri manusia.

Gus Awaludin menegaskan bahwa jika kerusakan lisan dan hati terjadi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh kehidupan sosial manusia secara luas.

Karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk melakukan muhasabah dan membersihkan diri. Umat Islam diajak untuk menahan lisan dari perkataan yang merugikan orang lain serta membersihkan hati dari berbagai penyakit batin.

Beliau juga mengingatkan sebuah pesan hikmah: “Salamatul insan fi hifdzil lisan,” keselamatan manusia terletak pada kemampuannya menjaga lisan.

Melalui latihan spiritual di bulan Ramadan, diharapkan setiap Muslim mampu mengendalikan ucapan dan memperbaiki hati sehingga ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih baik.

Di akhir kajian, Gus Awaludin mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum membersihkan lisan dan hati agar kehidupan menjadi lebih damai dan penuh keberkahan.

“Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh kesadaran, menjaga lisan, serta membersihkan hati,” pungkasnya. (baba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *