Gunungkidul – Pengurus Wilayah Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (LTMNU DIY) menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi program di Masjid Safinatunnajah, Gunungkidul—yang telah ditetapkan sebagai masjid percontohan PWNU DIY—pada Sabtu (9/8/2025).
Ketua Ta’mir Masjid Safinatunnajah, Kiai Jalaludin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengurus LTMNU DIY di Gunungkidul. “Terima kasih kepada pengurus LTMNU DIY, karena telah hadir di Masjid Safinatunnajah untuk kedua kalinya,” ujar Kiai Jalal. Ia menambahkan, pada 2024 PWNU DIY telah menerbitkan SK penetapan masjid percontohan, salah satu syaratnya adalah ta’mir memperoleh SK resmi dari PWNU DIY.
Berdasarkan pemetaan LTMNU DIY, saat ini terdapat 2.664 masjid NU yang tersebar di Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Jumlah ini dinilai menjadi potensi besar dalam mengembangkan pengelolaan dan kemakmuran masjid-masjid NU di wilayah tersebut.
Ketua LTMNU DIY, KH. Basori Alwi, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pihaknya menargetkan penerbitan buku panduan masjid NU sebagai salah satu program prioritas. “Harapannya, buku panduan ini dapat membantu pengurus ta’mir dalam mengelola, mengembangkan, dan memakmurkan masjid,” jelasnya.
Kegiatan rakor dan sosialisasi ini dihadiri jajaran Pengurus LTMNU DIY, Pengurus LTMNU Gunungkidul, Pengurus MWCNU se-Gunungkidul, serta para ta’mir masjid percontohan PWNU DIY. (UJ)

