Optimalisasi Ibadah dan Kesadaran Profetik di 10 Hari Terakhir Ramadan

Nahnutv.com Yogyakarta – Dr. Fakhruddin Faiz menegaskan bahwa puasa bukan sekadar ritual ibadah, tetapi memiliki hikmah yang besar bagi umat Islam. Dalam sebuah kajian Ramadan, ia menjelaskan bahwa Allah SWT tidak mewajibkan puasa untuk memberatkan hamba-Nya, melainkan karena manfaat yang besar di baliknya. Ia mengibaratkan kewajiban puasa seperti pendidikan yang diwajibkan orang tua kepada anaknya. Meskipun terasa berat, manfaatnya akan dirasakan di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fakhruddin Faiz juga menyoroti pentingnya 10 hari terakhir Ramadan sebagai momen yang tidak boleh dilewatkan. Ia mengingatkan umat Islam untuk tidak kehilangan momentum ini, terutama dengan adanya malam Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan luar biasa. “Ini adalah babak terakhir, jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa kita mendapatkan manfaatnya,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengutip pandangan Imam Al-Ghazali mengenai tingkatan puasa, yaitu puasa orang awam, puasa orang khusus (khawas), dan puasa orang yang sangat khusus (khawasul khawas). Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk melakukan introspeksi dan muhasabah diri di penghujung Ramadan agar ibadah yang dijalankan benar-benar membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Dalam diskusi yang lebih filosofis, Dr. Fakhruddin Faiz mengaitkan Ramadan dengan konsep kesadaran profetik, mengacu pada pemikiran Muhammad Iqbal. Ia menegaskan bahwa perjalanan spiritual seorang Muslim tidak hanya berhenti pada kedekatan dengan Allah SWT, tetapi harus diikuti dengan kepedulian sosial.

“Rasulullah setelah melalui perjalanan spiritual hingga ke Sidratul Muntaha, beliau kembali kepada umatnya untuk berbagi cahaya dan kebaikan. Inilah esensi dari kesadaran profetik,” jelasnya. Dalam konteks Ramadan, ibadah seperti puasa harus disertai dengan amal sosial, seperti zakat dan berbagi dengan sesama, agar keseimbangan antara spiritualitas dan kemanusiaan tetap terjaga.

Dengan demikian, Dr. Fakhruddin Faiz mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadan dengan lebih serius. Selain meningkatkan ibadah secara individual, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek sosial sebagai wujud dari kesadaran profetik. (baba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *