PBNU Gelar Halaqah Bahas Kekerasan di Pesantren, Libatkan Kiai Sepuh

Nahnutv.com  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) akan menyelenggarakan Halaqah Syuriah PBNU dan Pengasuh Pesantren pada Kamis, 28 November 2024 di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang. Kegiatan ini digelar sebagai langkah responsif atas maraknya kasus kekerasan seksual dan bullying yang terjadi di lembaga pendidikan, termasuk pesantren.

Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Arief, menjelaskan bahwa halaqah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral RMI untuk mencari solusi bersama demi mencegah terulangnya kasus-kasus kekerasan di pesantren. “Kekerasan di lembaga pendidikan adalah persoalan kompleks yang membutuhkan penyelesaian dari berbagai aspek, baik teologis, sosial, maupun moral,” ujarnya usai rapat persiapan di kantor GKMNU, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2024).

Menurut KH. Hodri, penyelesaian masalah ini tidak cukup hanya dengan seruan moral dan hukuman, tetapi juga perlu adanya program konkret yang melibatkan semua pihak. “Kita harus memastikan bahwa pesantren memberikan perlindungan bagi santri dan menjadi tempat yang aman untuk menimba ilmu,” tambahnya.
KH. Hodri menyoroti tiga hal penting dalam pencegahan kekerasan di pesantren:

  1. Kesadaran Teologis: Memahami bahwa kekerasan adalah larangan agama.
  2. Pengaruh Pergaulan: Menyikapi dampak negatif dari terbukanya arus informasi tanpa kendali.
  3. Pendekatan Holistik: Merumuskan program pencegahan yang tidak hanya berupa seruan moral, tetapi juga menciptakan sistem perlindungan yang efektif.


KH. Hodri juga berpesan kepada orang tua agar selektif dalam memilih pesantren untuk anak-anaknya. “Pastikan pengasuh pesantren memiliki sanad keilmuan yang jelas dan sistem perlindungan yang baik untuk santri,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya komunikasi aktif antara wali santri, pengurus, dan pengasuh pesantren.
Halaqah ini akan menghadirkan para kiai sepuh dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah. Mereka diharapkan memberikan nasihat dan panduan moral, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendidik.

“Kita berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekerasan adalah tanggung jawab semua pihak. Santri adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga dan lindungi,” tutup KH. Hodri.

Dengan kegiatan ini, PBNU melalui RMI berkomitmen untuk terus memperjuangkan terciptanya pendidikan pesantren yang aman, nyaman, dan berkarakter Islami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *