PWNU DIY Gelar Turba Ramadan ke PCNU Bantul, Bahas Arah Organisasi hingga Situasi Global Umat Islam

Nahnutv.com Bantul — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) melaksanakan kegiatan turun ke bawah (turba) Ramadan ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bantul (PCNU Bantul), Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula kantor PCNU Bantul, Jalan Marsda Adisucipto, Bantul, ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian berbagai informasi strategis terkait organisasi dan isu-isu keumatan.

Ketua PCNU Bantul, Prof. Riyanta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran PWNU DIY yang telah berkenan bersilaturahmi serta memberikan berbagai arahan kepada pengurus dan warga NU di Kabupaten Bantul.

Menurutnya, berbagai informasi yang disampaikan sangat penting untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada warga NU, khususnya terkait perkembangan organisasi dan dinamika keumatan baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Atas nama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bantul, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para Bapak Kiai, Ibu Nyai, serta jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY yang telah berkenan bersilaturahmi di PCNU Bantul. Banyak informasi penting yang disampaikan, baik terkait keorganisasian maupun persoalan keumatan, sehingga dapat memberikan pemahaman dan pencerahan bagi warga NU di Kabupaten Bantul agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun kesimpangsiuran informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWNU DIY Dr. KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor, M. Hum menjelaskan bahwa kunjungan ke PCNU Bantul merupakan bagian dari turba Ramadan putaran ketiga yang dilaksanakan PWNU DIY pada tahun ini.

Ia menyebutkan bahwa turba Ramadan kali ini kemungkinan menjadi agenda turba terakhir bagi kepengurusan PWNU DIY periode saat ini, mengingat jadwal konferensi wilayah yang direncanakan akan dilaksanakan pada Januari 2027.

Dalam kesempatan tersebut, PWNU DIY juga menyampaikan sejumlah informasi penting terkait agenda organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional. Di antaranya rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama (Munas) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Syawal, serta rencana Muktamar Nahdlatul Ulama yang diperkirakan digelar pada akhir Juli atau awal Agustus.

PWNU DIY juga membuka ruang bagi pengurus cabang untuk menghimpun berbagai masukan yang nantinya dapat dibawa dalam forum muktamar mendatang.

“Kami persilakan kepada PCNU Bantul untuk menghimpun berbagai masukan dari bawah yang nantinya bisa dibawa dalam muktamar. Hal ini penting karena hingga saat ini NU dalam memasuki abad kedua kelahirannya masih memerlukan penyusunan roadmap yang lebih jelas ke depan, sehingga masukan dari cabang sangat diperlukan,” jelasnya.

Selain membahas agenda organisasi, Ketua PWNU DIY juga menyinggung situasi global umat Islam yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengingatkan jajaran pengurus NU di semua tingkatan serta warga Nahdliyin agar mewaspadai berbagai upaya adu domba di tengah umat Islam, khususnya melalui narasi yang membenturkan kelompok Sunni dan Syiah.

Menurutnya, dinamika geopolitik dunia, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, berpotensi dimanfaatkan untuk memecah belah umat Islam.

“Kita perlu waspada terhadap upaya-upaya yang membenturkan antara Syiah dan Sunni. Keduanya tetap bersaudara sebagai sesama umat Islam. Karena itu warga NU perlu dijaga agar tidak terjebak dalam pancingan konflik atau benturan yang dapat merusak persatuan umat,” tegasnya.

Dalam forum turba yang diisi dengan dialog tersebut, Rais Syuriah PWNU DIY Mas’ud Masduki, Katib Syuriah Mukhtar Salim, serta Ketua PWNU DIY Zuhdi Muhdlor juga memaparkan berbagai informasi terkait organisasi NU.

Sementara itu, PCNU Bantul memaparkan berbagai program yang tengah dijalankan selama bulan Ramadan, antara lain turba ke Majelis Wakil Cabang (MWC), penyelenggaraan sekolah ilmu falak, hingga talkshow bagi generasi muda.

Selain itu, PCNU Bantul juga tengah menjalankan sejumlah program penguatan kelembagaan, seperti pembangunan gedung di wilayah Bibis serta penyelenggaraan manasik umrah bersama yang menjadi bagian dari proses pembentukan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Kegiatan turba PWNU DIY di Bantul ini dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah dari tingkat wilayah hingga cabang, pengurus Muslimat NU Kabupaten Bantul, serta pengurus MWC NU se-Kabupaten Bantul. (baba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *