Nahnutv.com Kulonprogo – Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum, menyoroti perkembangan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU serta berbagai tantangan yang dihadapi. Pernyataan ini disampaikan pada peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) yang ke-102, di mana Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kulon Progo menggelar acara Sarasehan dan Mujahadah dengan tema “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat.” Acara ini berlangsung di Aula Kantor PCNU Kulon Progo pada 1 Februari 2025.
Dalam pernyataannya, Dr. Tadkiroatun mengungkapkan bahwa dunia pendidikan terus berkembang dengan berbagai perubahan, termasuk penerapan kurikulum baru Deep Learning oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud).
Menurut Dr. Tadkiroatun, meskipun ada perubahan dalam sistem pendidikan, filosofi pendidikan yang diajarkan oleh Kyai Hasyim Asy’ari tetap relevan. Pendidikan di lingkungan NU tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan duniawi, tetapi juga menekankan keseimbangan dengan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan. Oleh karena itu, LP Ma’arif NU terus mengedepankan pendidikan berbasis penguatan karakter, keterampilan, dan spiritualitas.
Ia menegaskan bahwa LP Ma’arif tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa melalui nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan gotong royong sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pendiri NU. Dengan demikian, para siswa diharapkan menjadi pribadi yang mandiri dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Namun, Dr. Tadkiroatun juga mengakui bahwa LP Ma’arif masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya motivasi serta kompetensi guru, dan kesulitan dalam memperoleh dana yang cukup untuk mendukung kegiatan pendidikan secara optimal. Oleh sebab itu, pihaknya terus memperkuat sistem manajemen dan standarisasi pendidikan di seluruh satuan pendidikan yang bernaung di bawah LP Ma’arif NU.
Sebagai langkah konkret, LP Ma’arif NU PWNU DIY berkomitmen meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, baik di tingkat PCNU maupun nasional. Dengan sinergi ini, diharapkan tantangan dalam dunia pendidikan dapat dihadapi dengan lebih baik.
Dr. Tadkiroatun juga menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis nilai keislaman dan kebangsaan, dengan kurikulum yang menitikberatkan pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan sosial.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pengurus dan pendidik di lingkungan LP Ma’arif untuk terus bersinergi dalam memperkuat ekosistem pendidikan NU. Dengan semangat tema Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat, ia berharap pendidikan di LP Ma’arif NU dapat terus mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi bangsa dan agama.

