Ketua PWNU DIY: Peringatan Kemerdekaan Momentum Perkuat Generasi Muda Berakhlak dan Berkualitas

Nahnutv.com, Yogyakarta – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, SH., M.Hum., menyerukan agar peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dijadikan momentum untuk memperkuat kualitas generasi muda sekaligus menanamkan akhlakul karimah.

Dalam pernyataannya, Kiai Zuhdi mengingatkan bahwa meskipun bangsa Indonesia telah merdeka selama delapan dekade, kesejahteraan sosial dan keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa masih belum sepenuhnya terwujud.

“Perjuangan belum selesai. Kita masih harus terus berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Tantangan Era Disrupsi

Kiai Zuhdi menilai, bangsa Indonesia kini tengah menghadapi tantangan besar di era disrupsi sosial akibat revolusi teknologi informasi. Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak negatif seperti maraknya judi online, promosi makanan dan minuman haram, penyalahgunaan obat-obatan, hingga iklan minuman keras yang kembali gencar.

“Khusus di wilayah Yogyakarta, PWNU DIY sudah pernah menyampaikan keberatan kepada pemerintah dan aparat terkait. Namun promosi minuman keras muncul lagi. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk melakukan kajian kritis dan upaya nyata,” ujarnya.

Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Ketua PWNU DIY menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya diukur dari kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga harus dibarengi dengan akhlakul karimah.

“Kita tidak ingin generasi muda permisif, merasa semua boleh dilakukan tanpa batas. Kemajuan harus dibarengi dengan moral yang kuat. Kita butuh generasi yang pintar, cerdas, terampil, sekaligus berakhlak mulia,” tutur Kiai Zuhdi.

Keprihatinan Sosial

Ia juga menyoroti fenomena sosial yang memprihatinkan, seperti meningkatnya kasus kekerasan dalam keluarga, perampasan aset, hingga kebijakan pejabat daerah yang dinilai tidak aspiratif. Contohnya, aksi unjuk rasa warga Pati baru-baru ini yang menolak kebijakan bupati setempat.

“Para pemimpin jangan sekali-kali menantang apalagi menyakiti hati rakyat. Bangsa ini diperjuangkan dengan darah dan air mata. Jangan sampai kemerdekaan diisi dengan pengkhianatan terhadap cita-cita luhur para pendiri bangsa,” tegasnya.

Ajakan untuk Bersatu

Menutup pernyataannya, Kiai Zuhdi mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan serta memperkuat nilai cinta tanah air. Ia mengutip dawuh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari: “Hubbul wathan minal iman – Cinta tanah air adalah bagian dari iman.”

“Mari kita isi kemerdekaan dengan keteladanan, persatuan, dan perjuangan moral. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa Indonesia agar tetap bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Ketua PWNU DIY. (baba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *