Nahnutv.com Yogyakarta_Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) bersama LAZISNU DIY menggelar Nyadran 2026 secara daring melalui NAHNU TV dan YouTube. Kegiatan ini mengusung dua misi utama: mengirim doa bagi para leluhur serta menggalang donasi untuk korban bencana di Sumatera, khususnya Aceh dan Medan.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, tahlil dan doa, serta ditutup dengan kenduri bersama. Rangkaian tahlil dan doa dipimpin oleh KH Soni Amir Solikhudin, Wakil Ketua PWNU DIY. Dalam doa yang dipanjatkan, selain untuk para leluhur dan muassis NU, juga disampaikan doa khusus bagi korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera agar diberikan kekuatan, keselamatan, serta pemulihan kondisi. Acara kemudian dilanjut sambutan oleh Sekretaris PWNU DIY Dr. H. Muhajir menyampaikan bahwa tradisi nyadran atau ruahan merupakan bagian penting dari khazanah amaliyah warga NU sebagai bentuk birrul walidain, penghormatan kepada leluhur, serta upaya menguri-uri tradisi keagamaan yang telah diwariskan para ulama.

Dr. Muhajir menegaskan bahwa nyadran bukan sekadar ritual kirim doa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan syiar organisasi. Tantangan ke depan, menurutnya, adalah bagaimana mentransformasikan tradisi ini agar tetap relevan bagi generasi milenial dan Gen Z tanpa kehilangan substansi spiritualnya.
Momentum nyadran kali ini juga dimanfaatkan sebagai ajakan solidaritas kemanusiaan. LAZISNU DIY sebelumnya telah menyalurkan bantuan sekitar Rp15 juta untuk wilayah Aceh. Namun, kebutuhan bantuan masih besar, terutama akibat dampak banjir yang melumpuhkan infrastruktur dan jaringan listrik di sejumlah daerah.
PWNU DIY mengajak seluruh pengurus dan jamaah untuk berdonasi melalui LAZISNU agar bantuan dapat segera ditasarufkan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana.
Acara ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa untuk para leluhur, muassis NU, serta doa khusus bagi korban bencana, dilanjutkan kenduri sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan.

