LTM PWNU DIY Belajar Pengelolaan Masjid Modern di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

NAHNUTV.COM , Solo – Pengurus Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan studi tiru ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada Ahad (9/11). Rombongan yang dipimpin oleh KH. Basori Alwi, M.A. ini berjumlah 12 orang dan disambut hangat oleh KH. Munajat, Ph.D., selaku Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed.

Dalam kegiatan tersebut, KH. Basori Alwi menjelaskan bahwa tujuan utama studi tiru ini adalah untuk memperoleh wawasan dan pengalaman langsung mengenai pengelolaan masjid secara profesional dan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang menjadi ruh peran masjid.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi pengurus LTM NU di DIY dalam mengembangkan manajemen masjid yang efektif dan fungsional, sehingga keberadaan masjid bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Kiai Basori.

Sebagai lembaga yang berperan mengoordinasikan dan membina pengelolaan masjid-masjid di lingkungan NU se-DIY, LTM PWNU DIY terus berupaya mengembangkan sistem pengelolaan masjid yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk melalui kunjungan dan benchmarking ke masjid-masjid besar seperti Sheikh Zayed.

Dalam sambutannya, KH. Munajat, Ph.D. menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pengelolaan masjid di masa kini harus bertransformasi dengan inovasi agar tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan umat.

“Masjid di era modern perlu dikelola dengan pendekatan profesional dan kreatif. Kami di Masjid Raya Sheikh Zayed terus berinovasi agar masjid menjadi ruang yang hidup dan produktif bagi masyarakat,” jelas Kiai Munajat.

Beliau menambahkan, Masjid Raya Sheikh Zayed tidak hanya dikenal karena keindahan arsitekturnya, tetapi juga memiliki berbagai program tematik. Di antaranya adalah penanaman tumbuhan yang disebut dalam Al-Qur’an serta pengembangan riset jamu berbasis tanaman Qur’ani.

“Selain wisata religi, kami juga mengembangkan konsep riset dan edukasi berbasis Al-Qur’an, termasuk tanaman-tanaman yang memiliki manfaat kesehatan,” imbuhnya.

Saat ini, jumlah kunjungan masyarakat ke Masjid Raya Sheikh Zayed terus meningkat, terutama di akhir pekan yang mencapai 7.000 hingga 10.000 pengunjung.

Melalui kegiatan studi tiru ini, LTM PWNU DIY berharap dapat mengambil pelajaran berharga untuk diterapkan dalam pengelolaan masjid-masjid NU di Yogyakarta agar lebih profesional, berdaya guna, dan menjadi pusat kemajuan umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *