Bantul, 12 November 2025 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Piyungan resmi membuka Toko NUMAN, sebuah unit usaha yang menjadi simbol kemandirian ekonomi warga Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan. Acara peresmian berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pengurus NU dari berbagai tingkatan, serta perwakilan dari Indogrosir sebagai mitra strategis.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Lembaga Perekonomian PWNU DIY, Dr. Abdul Qoyum, beserta tim, serta Sekretaris PWNU DIY, Dr. H. Muhajir, M.Si. Hadir pula Wakil Ketua PCNU Bantul, KH. Mohamad Sobir Hatimi, jajaran pengurus MWCNU Piyungan beserta badan otonom NU di lingkungan Kapanewon Piyungan, serta tokoh masyarakat setempat.

Acara dipandu oleh Kiai Fauzan, diawali dengan pembacaan doa dan tahlil yang dipimpin oleh KH. Rohmat Salim, Rais Syuriah MWCNU Piyungan.
Dalam pesannya, KH. Rohmat Salim berharap agar kehadiran Toko NUMAN membawa manfaat dan keberkahan bagi warga sekitar.
“Semoga toko ini menjadi wasilah keberkahan bagi jamaah dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama, serta memperkuat ekonomi umat di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua MWCNU Piyungan, Kiai Anwar Zuhri, yang menegaskan bahwa berdirinya Toko NUMAN merupakan wujud nyata dari semangat kemandirian ekonomi warga NU.
“Kami berharap toko ini dapat melayani kebutuhan harian masyarakat sekitar, membawa manfaat, dan memberikan berkah bagi jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Sementara itu, PCNU Bantul melalui perwakilannya KH. Sobir El Hatimi turut memberikan apresiasi atas langkah inovatif MWCNU Piyungan.
“Kami menyampaikan selamat atas dibukanya Toko NUMAN. Ini adalah hasil kerja-kerja cerdas para pengurus NU. Semoga semangat seperti ini bisa menular ke MWC-MWC lainnya di Kabupaten Bantul,” ujar KH. Sobir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh perwakilan PWNU DIY, yang dilakukan oleh Dr. H. Muhajir, M.Si., sebagai tanda resminya Toko NUMAN beroperasi. Suasana penuh suka cita menyertai momen tersebut, disambut tepuk tangan para hadirin sebagai ungkapan syukur dan kebanggaan atas capaian kemandirian ekonomi warga NU Piyungan.
Usai peresmian, Sekretaris PWNU DIY, Dr. H. Muhajir, M.Si., menyampaikan arahannya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa untuk menggerakkan organisasi sebesar Nahdlatul Ulama dibutuhkan tiga modal utama, yakni ilmu, laku, dan sangu.
“Ilmu menjadi dasar berpikir dan bertindak, laku menjadi bentuk pengabdian dan keteladanan, sedangkan sangu menjadi penopang perjuangan. Ketiganya harus berjalan seimbang agar perjuangan NU tetap istiqamah dan membawa kemaslahatan bagi umat,” pesannya.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar Toko NUMAN dapat menjadi motor penggerak ekonomi jamaah NU di Piyungan, serta menjadi contoh konkret bahwa kemandirian ekonomi umat dapat terwujud melalui kerja keras, gotong royong, dan semangat kebersamaan warga Nahdliyin.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Lembaga Perekonomian PWNU DIY, Dr. Abdul Qoyum, beserta tim, serta Sekretaris PWNU DIY, Dr. H. Muhajir, M.Si. wakil ketua PCNU Bantul KH. Mohamad Sobir Hatimi, Jajaran pengurus MWCNU piyungan beserta Badan otonom NU dilingkungan Kapanewon Piyungan, Tokoh masyarakat setempat, dipandu oleh Kiai Fauzan, diawali dengan pembacaan doa dan tahlil yang dipimpin oleh KH. Rohmat Salim, Rais Syuriah MWCNU Piyungan.
Dalam pesannya, KH. Rohmat Salim berharap agar kehadiran Toko Amanu membawa manfaat dan keberkahan bagi warga sekitar. “Semoga toko ini menjadi wasilah keberkahan bagi jamaah dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama, serta memperkuat ekonomi umat di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua MWCNU Piyungan, Kiai Anwar Zuhri, yang menegaskan bahwa berdirinya Toko Amanu merupakan wujud nyata dari semangat kemandirian ekonomi warga NU. “Kami berharap toko ini dapat melayani kebutuhan harian masyarakat sekitar, membawa manfaat, dan memberikan berkah bagi jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” tuturnya.
Sementara itu, PCNU Bantul melalui perwakilannya, KH. Sobir El Hatimi, turut memberikan apresiasi atas langkah inovatif MWCNU Piyungan. “Kami menyampaikan selamat atas dibukanya Toko Amanu. Ini adalah hasil kerja-kerja cerdas para pengurus NU. Semoga semangat seperti ini bisa menular ke MWC-MWC lainnya di Kabupaten Bantul,” ujar KH. Sobir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh perwakilan PWNU DIY, dalam hal ini dilakukan oleh Dr. H. Muhajir, M.Si., sebagai tanda resminya Toko Amanu beroperasi. Suasana penuh suka cita menyertai momen tersebut, disambut tepuk tangan para hadirin sebagai ungkapan syukur dan kebanggaan atas capaian kemandirian ekonomi warga NU Piyungan.
Usai peresmian, Sekretaris PWNU DIY Dr. H. Muhajir, M.Si. menyampaikan arahannya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa untuk menggerakkan organisasi sebesar Nahdlatul Ulama dibutuhkan tiga modal utama, yakni ilmu, laku, dan sangu.
“Ilmu menjadi dasar berpikir dan bertindak, laku menjadi bentuk pengabdian dan keteladanan, sedangkan sangu menjadi penopang perjuangan. Ketiganya harus berjalan seimbang agar perjuangan NU tetap istiqamah dan membawa kemaslahatan bagi umat,” pesannya.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar Toko Amanu dapat menjadi motor penggerak ekonomi jamaah NU di Piyungan, serta menjadi contoh konkret bahwa kemandirian ekonomi umat bisa terwujud melalui kerja keras, gotong royong, dan semangat kebersamaan warga Nahdliyin. (baba)

