Bahas Kekerasan di Lembaga Pendidikan, Kiai Sepuh NU Gelar Halakoh di Pesantren Gus Mus

Nahnutv.com Rembang – Sejumlah ulama sepuh dari jajaran Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama pengasuh pondok pesantren berkumpul dalam Halakoh bertajuk “Kekerasan di Pesantren” yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, pada Kamis, 28 November 2024. Acara ini diinisiasi sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan dan perundungan di lembaga pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren.

Halakoh ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar, Katib PBNU KH. Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Nyai Hj. Sinta Nuriyah Wahid, Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar, jajaran pengurus Tanfidziyah PBNU, serta para kiai sepuh pengasuh pesantren dari berbagai wilayah.

Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai langkah konkret untuk menangani kekerasan di pesantren. Ia berharap halakoh ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang akan menjadi pedoman bagi PBNU dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Sementara itu, Gus Mus mengingatkan kembali peran pesantren dan NU sebagai penjaga moral bangsa. “Pesantren harus tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan ulama terdahulu, sembari terus menggali nilai-nilai baru yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Halakoh yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini menghasilkan sejumlah rumusan strategis untuk menangani kekerasan di pesantren, di antaranya:

  1. Peningkatan pengawasan internal di pesantren untuk mencegah kekerasan.
  2. Penyusunan pedoman etika dan panduan interaksi antara santri dan pengasuh.
  3. Pendidikan karakter yang berfokus pada nilai-nilai akhlak mulia dan saling menghormati.
  4. Kolaborasi dengan pemangku kebijakan untuk memastikan perlindungan terhadap santri.

Selain itu, forum ini juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan lembaga terkait agar turut mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif di pesantren.

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menegaskan komitmen NU untuk terus mengawal isu-isu terkait kekerasan di lembaga pendidikan. “Pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendidik, bukan sebaliknya. Kami akan memastikan hasil dari halakoh ini dapat diterapkan dengan baik,” tegasnya.

Halakoh ini ditutup dengan doa bersama, dan seluruh peserta menyepakati bahwa langkah-langkah yang dihasilkan perlu segera diimplementasikan demi menjaga pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam yang ramah dan humanis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *