PENGALAMAN hidup dapat memberikan kesuksesan. Banyak orang yang sukses belajar dari pengalaman hidupnya dan pengalaman orang lain. Sebab itu, jika ingin sukses maka belajar dari pengalaman. Selanjutnya, orang yang sukses banyak belajar dari kegagalan. Karena itu, jangan takut gagal karena kegagalan berasal dari kesuksesan.
🌺 PEPATAH mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik. Bukan hanya pengalaman dirinya sendiri, melainkan juga pengalaman dari orang lain. Pengalaman atau peristiwa buruk diambil hikmahnya agar tidak diulang lagi dan pengalaman atau peristiwa baik agar terus dilakukan.
🌺 NAMUN demikian, banyak orang yang tidak belajar dari pengalaman. Akibatnya, seseorng sering terjerembab dua kali. Nabi Muhammad SAW mengingatkan, “Seorang mukmin tidak akan jatuh dua kali di lubang yang sama.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).
🌺 BELAJAR dari pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain, akan membuat seseorang mawas diri dan berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Ia tidak melakukan kesalahan dua kali atau berkali-kali. Justru, ia akan terus-menerus memperbaiki diri.
🌺 MAKIN seseorang melakukan perbaikan, maka kualitas dirinya akan kian meningkat. Imbasnya, kehidupannya pun menjadi lebih baik. Akhirnya, orang tersebut akan menjadi orang yang bahagia hidupnya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (pengalaman atau peristiwa) orang lain.” (H.R. al-Baihaqi).
🌺 ORANG beriman sudah pasti menginginkan kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Maka, di antara manusia ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia’, dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka’. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Q.S. Al-Baqarah: 200-202). (baba)

