Gus Yahya: Kita tidak boleh membiarkan NU berkembang menjadi identitas politik

Nahnutv.com Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam mendukung agenda kemaslahatan bangsa dalam acara Sarasehan Ulama bertajuk Asta Cita dalam Perspektif Ulama yang digelar di Golden Ballroom 2, The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Selasa (4/2). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, termasuk Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar, serta para menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam pidatonya, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam upaya pembangunan bangsa. NU, katanya, tidak boleh melibatkan diri sebagai entitas politik dalam kompetisi kekuasaan, sesuai dengan keputusan Muktamar ke-27 di Situbondo pada tahun 1984 yang menetapkan NU sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan). Oleh karena itu, NU menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program-program yang membawa manfaat bagi rakyat.

“Kita tidak boleh membiarkan NU berkembang menjadi identitas politik, karena itu akan membahayakan keutuhan bangsa. NU lahir dengan tujuan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan negara,” ujar KH Yahya Cholil Staquf.

Ia juga menyoroti luasnya pengaruh NU di masyarakat. Berdasarkan berbagai survei, lebih dari separuh penduduk Indonesia mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari NU. Hal ini menjadi tantangan tersendiri agar NU tetap menjaga peranannya sebagai organisasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, bukan kepentingan politik tertentu.

Sarasehan ini juga membahas visi pemerintahan Prabowo-Gibran yang terangkum dalam konsep Asta Cita. Menurut KH Yahya Cholil Staquf, NU siap berkontribusi dalam mewujudkan visi tersebut karena selaras dengan misi organisasi dalam membangun kesejahteraan masyarakat. “NU tidak perlu mencari visi alternatif. NU akan berperan dalam mendukung keberhasilan agenda pemerintah demi kemaslahatan bangsa,” tegasnya.

Acara ini diinisiasi oleh Detikcom dan Transmedia, yang disambut dengan antusias oleh para ulama dan aktivis NU dari berbagai tingkatan. KH Yahya Cholil Staquf berharap bahwa diskusi dan kajian yang dilakukan dalam sarasehan ini dapat menjadi bagian dari keberkahan para pendiri NU dalam upaya membangun bangsa yang lebih baik.

Sarasehan Ulama ini menjadi momentum bagi NU untuk terus memperkuat posisinya sebagai organisasi yang berkhidmat untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara tanpa terjebak dalam politik praktis. Dengan semangat kebersamaan, NU berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *