Nahnutv.com Bantul – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Hijriah / 100 Tahun Masehi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantul menggelar Mujahadah bersama sekaligus melaunching Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (KBIHU NU) Kabupaten Bantul. Kegiatan ini berlangsung di Kantor PCNU Bantul dan dihadiri para kiai, jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah.
Ketua PCNU Bantul, Prof. Riyanta, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa genap 100 tahun usia NU menurut kalender Masehi menjadi momentum refleksi sekaligus proyeksi ke depan. Secara Hijriah, NU telah berusia 103 tahun.
“Sebagai warga Nahdliyin tentu kita bersyukur bahwa hingga usia satu abad ini, Nahdlatul Ulama tetap eksis dan istiqamah dalam berkhidmah untuk agama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Memasuki abad kedua, Prof. Riyanta menegaskan bahwa NU tidak hanya menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan para muassis, tetapi juga harus tampil sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang kokoh, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan umat. Khidmah NU, menurutnya, harus semakin dirasakan manfaatnya, tidak hanya bagi warga NU, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, PCNU Bantul secara resmi melaunching KBIHU NU Bantul. Pembentukan KBIHU ini merupakan hasil kajian dan analisa internal PCNU sebagai langkah strategis dalam memberikan layanan pendampingan ibadah haji dan umrah yang profesional bagi warga Nahdliyin.
Sebagai gambaran, pada tahun 2025 kuota jamaah haji Kabupaten Bantul mencapai 322 jamaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen merupakan warga NU, namun sebagian besar masih mengikuti bimbingan dari KBIH lain. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PCNU Bantul untuk menghadirkan layanan bimbingan yang berbasis manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Kita berharap ke depan, warga NU yang menunaikan ibadah haji dapat mengikuti pendampingan melalui KBIHU NU Bantul, sehingga pembinaan manasik dan pendampingan ibadah berjalan lebih terarah dan sesuai dengan tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, PCNU Bantul telah dua kali menyelenggarakan program umrah bersama dan akan menjadikannya agenda rutin setiap bulan Juli dan November. Selain itu, pada 14 Februari mendatang, KBIHU NU Bantul akan mengundang calon jamaah haji Bantul tahun keberangkatan 2027 dan 2028 sebagai bagian dari konsolidasi awal.
Prof. Riyanta menegaskan bahwa keberhasilan KBIHU NU Bantul sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen NU, mulai dari MWCNU, Muslimat NU, hingga badan otonom lainnya, agar dapat melakukan sosialisasi secara masif kepada warga.
Dalam kesempatan tersebut, PCNU Bantul juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bantul atas dukungannya terhadap kader-kader NU yang kini mengemban amanah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Selain itu, PCNU Bantul menyambut baik kebijakan pemerintah daerah yang membuka akses bantuan bagi lembaga pendidikan swasta, termasuk lembaga pendidikan di bawah naungan NU yang mayoritas berstatus swasta, baik sekolah maupun pesantren.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang selama ini dinilai konsisten berkontribusi dalam memperjuangkan aspirasi warga Nahdliyin di Kabupaten Bantul.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Riyanta berharap Nahdlatul Ulama dapat terus menjadi rumah besar bagi seluruh kader lintas profesi di Kabupaten Bantul.
“NU harus menjadi rumah bersama dalam rangka berkhidmah untuk kemaslahatan warga NU pada khususnya dan masyarakat Bantul pada umumnya,” pungkasnya. (baba)

