Nahnutv.com Yogyakarta — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY menggelar Islamic Book & Culture Festival (IBCF) 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Festival literasi dan kebudayaan Islam tersebut akan berlangsung selama sepekan, mulai 27 Januari hingga 2 Februari 2026, setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, bertempat di The Ratan Yogyakarta, Jalan Ringroad Selatan, Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DIY.
IBCF menjadi salah satu ikhtiar strategis Lesbumi PWNU DIY dalam merawat dan mengembangkan tradisi seni, budaya, serta literasi Islam Nusantara yang telah hidup dan mengakar kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Melalui festival ini, Lesbumi menghadirkan ruang perjumpaan antara buku, gagasan, pesantren, dan ekspresi seni budaya kepada masyarakat luas.

Ketua Panitia IBCF 2026, Fairuzul Mumtaz, menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari komitmen Lesbumi PWNU DIY dalam memperkuat kebudayaan dan tradisi intelektual NU.
“Islamic Book & Culture Festival kami hadirkan sebagai ruang pertemuan antara buku, gagasan, dan kebudayaan. Ini merupakan ikhtiar Lesbumi untuk merawat tradisi intelektual NU sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam Nusantara kepada masyarakat luas,” ujar Fairuzul.
Beragam agenda dihadirkan dalam IBCF 2026, mulai dari bazar buku murah, pameran produk pesantren, pasar kuliner, bazaar UMKM dan sayur murah, hingga pameran seni rupa. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti talkshow literasi, workshop seni dan literasi, diskusi buku, pertunjukan seni budaya Islam, serta lomba-lomba edukatif yang menyasar anak-anak dan pelajar.
Fairuzul menegaskan bahwa selama satu abad perjalanan NU, seni, budaya, dan literasi telah menjadi pilar penting dalam dakwah serta pengabdian sosial keumatan. Oleh karena itu, IBCF dirancang sebagai medium untuk menjembatani tradisi dan tantangan zaman.
“Kami ingin buku dan kebudayaan tidak hanya dipamerkan, tetapi benar-benar hidup dan berdialog dengan masyarakat. Semangat satu abad NU harus tercermin dalam gerakan literasi dan kebudayaan yang membumi,” imbuhnya.
Melalui pelaksanaan IBCF 2026, Lesbumi PWNU DIY berharap masyarakat—khususnya generasi muda—semakin dekat dengan literasi Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada tradisi pesantren serta kebudayaan lokal.

