KUA Pengasih dan Jamaah Manakib Bersinergi dalam Istighotsah Kebangsaan

Nahnutv.com Kulon Progo (KUA Pengasih) – Sekitar tiga puluh umat Islam di Pengasih, Kulon Progo, berkumpul dalam acara Istighotsah dan Dzikir Kebangsaan pada Kamis dini hari (04/09/25). Bertempat di kediaman Bapak Sukirman di Suruhan, Karangsari, Pengasih, acara ini diinisiasi oleh Jamaah Manakib Jawahirul Ma’ani yang bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan keselamatan dan kedamaian bangsa Indonesia yang dinilai sedang menghadapi berbagai tantangan. Acara diawali dengan mujahadah yang dipimpin langsung oleh KH. Agus Masruri, A’wan syuriyah PWNU DIY dan pengasuh Pondok Pesantren Al Muhdi Sleman. Para jamaah khusyuk membaca Manakib Jawahirul Ma’ani dan Shalawat Jauharus Saniyah, dilanjutkan dengan membaca Shalawat Fatih sebanyak 70 kali sebelum diakhiri dengan doa bersama.

Dalam sambutannya, K. Abdullah Salam yang mewakili KUA Pengasih menyampaikan pesan penting tentang kewajiban umat Islam. “Sebagai masyarakat, kita memiliki kewajiban untuk mencintai bangsa ini dan ikut andil mendoakan. Umat Islam punya senjata ampuh, yaitu doa. Mari malam ini kita berdoa semoga bangsa Indonesia tetap aman, damai, tanpa ada kerusuhan, dan para pemimpin diberi kekuatan,” ujarnya.

Pada kesempatan lain, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., MSI., menyambut baik sinergi antara KUA dan para ulama. Ia menyampaikan dukungannya. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat spiritualitas kebangsaan kita, Istighosah ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga manifestasi nyata dari cinta Tanah Air. KUA akan terus mendukung inisiatif yang mempererat persatuan, terutama melalui pendekatan spiritual dan keagamaan.” ujar Rangga.

Selain KH. Agus Masruri, beberapa tokoh agama yang turut hadir dalam acara ini antara lain K. Abdullah Salam (KUA Pengasih), K. Muhammad Rowaji (Sedayu), Gus Machin Hakim (Sedayu), K. Chalimi Hudi (Pengasih), Gus Fathul Bary (Wates), Gus Ahmad Fawazin (Sentolo), K. Mastur Amin (Sentolo), dan K. Suharto (Pengasih). Kehadiran para tokoh ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam memohon pertolongan Tuhan demi kebaikan bangsa.

Acara Istighotsah ini menjadi bukti nyata bahwa doa dan spiritualitas memiliki peran penting dalam membangun ketahanan moral dan sosial masyarakat, sekaligus menjadi bentuk kontribusi umat beragama dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.(RL/myid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *