Nahnutv.com Bantul – Sabtu, 10 Mei 2025, menjadi momentum bersejarah bagi Nahdlatul Ulama (NU) Kapanewon Piyungan. Bertempat di Masjid Al Muta’in, Dusun Cepokojajar, Kalurahan Sitimulyo, digelar Pengajian Akbar sekaligus seremoni Peletakan Batu Pertama pembangunan Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Piyungan.
Acara berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan, dihadiri lebih dari 250 jamaah dan sejumlah tokoh penting, antara lain:
- Prof. Dr. Riyanta, M.Hum – Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul
- Dr. H. Ahmad Bahiej, M.Hum – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY
- Dr. H. Muhajir, M.Si – Sekretaris PWNU DIY
- H. Abdul Halim Muslih – Bupati Bantul
- Mahmudin, S.IP – Anggota DPRD Bantul Fraksi PKB
- Unsur Forkompinkap, seperti Kapolsek Piyungan Kompol Amir Machmud, M.IP, dan Danramil 08/Piyungan Kapten Cke Ladiya.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ja’far Sodiq, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon. Dalam sambutannya, Bupati Bantul menyoroti pentingnya pendidikan agama sejak usia dini untuk membentengi generasi muda dari tantangan zaman.
“Kenakalan remaja saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dulu kenakalan anak-anak hanya sebatas mencuri buah mangga tetangga. Sekarang, tantangannya jauh lebih berat: narkoba, judi online, hingga kekerasan,” ujar Bupati Abdul Halim dengan nada prihatin.
Ia juga mengapresiasi kiprah NU Piyungan yang dinilainya luar biasa. Salah satu buktinya adalah pertumbuhan lembaga pendidikan seperti TK Masyitoh yang kini berjumlah delapan unit dan akan segera bertambah menjadi sembilan, sebagai komitmen NU dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Selain sambutan, acara juga diisi dengan tausiyah oleh Kiai Abdurrahman, yang mengajak jamaah untuk menghidupkan masjid sebagai pusat peradaban, bukan hanya tempat ibadah semata, melainkan juga ruang dakwah dan majelis ilmu.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bantul dan peletakan batu pertama pembangunan gedung MWC NU Piyungan oleh para tokoh yang hadir. Pembangunan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi penguatan peran NU dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat di wilayah Piyungan dan sekitarnya.
Pengamanan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh Banser Satkoryon Piyungan, Polsek Piyungan, Koramil 08/Piyungan, dan Satpol PP Bantul. Berkat koordinasi yang baik, seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan selesai pada pukul 23.15 WIB.

