nahnutv.com Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-79 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kapanewon Mlati bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mlati menyelenggarakan pengajian akbar dan halal bihalal pada Ahad Pon, 11 Mei 2025, bertempat di Hall Kampus STIMARYO, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Acara dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai ydan menghadirkan KH. Dr. Muhajir, M.Si., Sekretaris PWNU DIY, sebagai penceramah utama. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pengurus PCNU Sleman yang diwakili oleh Kiai Fauzi (Tanfidziyah) dan KH. Ahmad Fattah (Syuriah), jajaran MWCNU, PAC Muslimat NU, Banom NU (seperti GP Ansor, Banser, Fatayat), IPNU-IPPNU, serta warga Nahdliyin se-Kapanewon Mlati.

Rangkaian acara meliputi sema’an Al-Qur’an, hadroh, tahlil, menyanyikan lagu kebangsaan, sambutan tokoh-tokoh NU, taushiyah, dan doa penutup. Ketua PAC Muslimat NU Mlati, Hj. Siti Mutamimmah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas usia ke-79 Muslimat NU sekaligus sebagai momen mempererat silaturahmi pasca Idul Fitri.
Perwakilan Kampus STIMARYO dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadikan kampus sebagai tempat penyelenggaraan acara, serta memohon maaf bila terdapat kekurangan dalam penyambutan.
Sambutan dari PCNU Sleman disampaikan oleh KH. Ahmad Fattah yang menekankan pentingnya istiqomah dalam perjuangan di NU. Beliau juga menyinggung kebijakan pemanfaatan daging hewan qurban dari Madinah yang kini bisa disalurkan ke tanah air. Ia berharap kegiatan kajian rutin terus digalakkan, termasuk kajian kontekstual terhadap teks-teks Al-Qur’an dan Hadis.

Taushiyah inti disampaikan oleh KH. Dr. Muhajir, M.Si., yang menegaskan bahwa menjadi pengurus NU adalah bentuk hidayah dari Allah SWT. Ia mengutip doa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari bahwa siapa pun yang mengurus NU didoakan husnul khotimah beserta keturunannya.
Dr. Muhajir juga mengingatkan bahwa para pengurus membawa risalah nubuwwah dan silsilah kenabian, sehingga harus menjaga amanah ini demi kemaslahatan umat. Ia menutup taushiyahnya dengan menyampaikan lima prinsip (5M) yang harus dipegang oleh pengurus NU:
- Mlumah – siap dalam berbagai dinamika,
- Mengkurep – bertanggung jawab sesuai jabatan,
- Miring – menjaga kesetaraan,
- Mulur – memiliki visi yang panjang,
- Mlungkep – berserah diri kepada Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan NU, para pengurus, dan seluruh jamaah. (baba)

