Nahnutv.com Yogyakarta — Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PW Fatayat NU DIY) kembali menyapa pemirsa melalui program Mengaji Tematik Ramadan yang disiarkan di Nahnu TV. Pada edisi kali ini, tema yang diangkat adalah “Puasa Sehat, Ibadah Kuat: Manfaat Puasa untuk Kesehatan dan Tips Menjaga Kesehatan Saat Ramadan.”
Materi disampaikan oleh Dr. Siti Nurunniyah, yang menekankan bahwa puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga memiliki dampak positif yang besar bagi kesehatan fisik dan mental.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Namun demikian, setiap perintah Allah SWT juga membawa kebaikan bagi kehidupan manusia, termasuk bagi kesehatan jasmani.
Secara medis, Dr. Nurunniyah menjelaskan bahwa puasa selama 12–14 jam memicu proses switching metabolism, yakni peralihan sumber energi tubuh dari gula ke lemak. Proses ini memberi berbagai manfaat, di antaranya detoksifikasi alami dan perbaikan sel tubuh melalui mekanisme yang dikenal sebagai autofagi. Ia menegaskan bahwa konsep ini baru dikenal dalam dunia medis modern, sementara Islam telah mengajarkan puasa sejak lebih dari 14 abad lalu.
Selain itu, puasa juga berperan dalam mengontrol berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Pola makan yang lebih teratur selama Ramadan juga membantu menjaga kesehatan jantung dengan menstabilkan kadar kolesterol.
Tidak hanya berdampak pada fisik, puasa juga berpengaruh positif terhadap kesehatan mental. Menahan lapar, dahaga, dan emosi membantu menstabilkan hormon stres sehingga hati menjadi lebih tenang. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’du ayat 28 bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.
Dr. Nurunniyah juga mengingatkan bahwa tubuh manusia adalah amanah dari Allah SWT yang wajib dijaga. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa tubuh memiliki hak atas diri manusia, serta ayat Al-Qur’an yang melarang manusia menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Oleh karena itu, mengabaikan kesehatan dengan pola makan berlebihan, kurang tidur, dan stres yang tidak terkelola bukanlah sikap seorang Muslim yang bijak.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti sejumlah kesalahan umum yang kerap terjadi selama Ramadan, seperti melewatkan sahur, sahur dengan asupan gizi yang tidak seimbang, berbuka dengan gorengan secara berlebihan, kurang minum air putih, begadang tanpa manfaat, serta minim aktivitas fisik. Kebiasaan tersebut, menurutnya, justru dapat membuat tubuh lemas dan ibadah terasa berat.
Sebagai solusi, ia membagikan beberapa tips praktis menjaga kesehatan selama puasa, di antaranya sahur dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, serta sayur dan buah; mencukupi kebutuhan cairan dengan minimal delapan gelas air per hari menggunakan pola 2-4-2; berbuka secara bertahap diawali air putih dan kurma; tetap melakukan aktivitas fisik ringan; serta menjaga waktu istirahat yang cukup.
Menutup pemaparannya, Dr. Nurunniyah menegaskan bahwa puasa adalah paket lengkap yang menyehatkan jiwa, menenangkan hati, dan memperbaiki tubuh. Ia mengajak seluruh umat Muslim menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki gaya hidup, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
“Ramadan bukan bulan balas denda makan, tetapi bulan disiplin dan keseimbangan. Semoga puasa kita diterima, ibadah kita dikuatkan, dan kesehatan kita senantiasa terjaga,” pungkasnya. (baba)

