Nahnutv,com Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) merupakan wujud utama pengabdian NU kepada masyarakat. Hal ini disampaikan dalam Kongres Keluarga Maslahat NU yang digelar sebagai bagian dari peringatan Harlah ke-102 NU (Hijriah) atau 99 tahun (Masehi).
Menurut Gus Yahya, NU memiliki tradisi panjang dalam memberikan pelayanan kepada umat, khususnya dalam bidang pengasuhan dan pembinaan keluarga. Oleh karena itu, GKMNU dirancang secara komprehensif, mulai dari wawasan keagamaan hingga sasaran praktis yang bisa dicapai melalui gerakan ini.
“Khidmah atau pengabdian NU kepada masyarakat seharusnya terwujud dalam pelayanan dan pembinaan keluarga. Inilah yang selama ini dilakukan para kiai di tengah jamaah mereka,” ujar Gus Yahya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta agar GKMNU segera merancang dan melaksanakan gerakan pembinaan salat di seluruh keluarga NU. Gerakan ini, menurutnya, harus bisa dijalankan secara mandiri tanpa perlu menunggu kerja sama dengan pihak lain.
“Segala sesuatu yang menyangkut kemaslahatan hidup dimulai dengan salat. Oleh karena itu, saya meminta GKMNU untuk segera menyusun program pembinaan salat, mulai dari pemahaman dasar hingga praktik ibadah yang benar,” tegasnya.
Selain itu, Gus Yahya juga menyoroti tantangan sosial akibat penetrasi teknologi digital dalam kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa interaksi sosial yang hanya mengandalkan teknologi berpotensi menyebabkan dehumanisasi, menghilangkan kehangatan dalam pergaulan, serta melemahkan nilai-nilai kekeluargaan.
“Kita berharap GKMNU bisa menjadi vaksin dari tren pergaulan modern yang semakin dingin dan kurang humanis. Jangan sampai kemudahan teknologi membuat kita kehilangan kesejatian dalam hubungan antarmanusia,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari penguatan program, NU terus menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian. Dalam kongres tersebut, PBNU menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian BKKBN, serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran.
“NU berkomitmen untuk hadir dengan pekerjaan nyata, manfaat nyata, dan insyaallah keberkahan nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkas Gus Yahya.

