Nahnutv.com Yogyakarta – Ketua PWNU DIY, Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, mengajak umat Islam menjadikan nilai kemanfaatan sebagai orientasi hidup sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surah Ar-Ra’d ayat 17.
Dalam tausiyahnya di hadapan pemirsa Nahnu TV, ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 17: “Fa ammaz-zabadu fayadz-habu jufaa, wa amma ma yanfa‘un-naasa fayamkutsu fil ardh…” yang berarti bahwa buih akan hilang tak berarti, sementara yang memberi manfaat kepada manusia akan tetap tinggal di bumi.
Menurutnya, ayat tersebut mengandung pelajaran mendalam tentang hukum alam (sunatullah). Buih diibaratkan sebagai kebatilan atau sesuatu yang tidak berguna. Ia mungkin tampak besar di permukaan, namun pada akhirnya akan lenyap tanpa bekas. Sebaliknya, sesuatu yang membawa manfaat bagi manusia akan bertahan dan terus memberi dampak.
“Ini adalah sunatullah yang objektif. Apa pun yang tidak bermanfaat akan hilang ditelan zaman. Sedangkan yang bermanfaat akan tetap eksis,” ujar Dr. Ahmad Zuhdi.
Ia juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Prinsip ini, lanjutnya, harus menjadi orientasi dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam berorganisasi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa manfaat tidak hanya terbatas pada sesama manusia, tetapi juga mencakup lingkungan dan seluruh makhluk ciptaan Allah. Upaya memberi manfaat tersebut bahkan dapat bernilai amal jariah yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah wafat.
Melalui refleksi ayat ini, Ketua PWNU DIY mengajak umat Islam untuk terus berikhtiar menghadirkan kebaikan yang nyata di tengah masyarakat, sehingga keberadaannya tidak sekadar seperti buih, tetapi menjadi sesuatu yang menetap, bermakna, dan diridhai Allah SWT.

