Ketua PWNU DIY Uraikan Adab Tilawah Al-Qur’an dalam Kajian Ramadan 1447 H

Nahnutv.com Yogyakarta – Ketua PWNU DIY, Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, menyampaikan kajian keislaman bertema Adab Tilawatil Qur’an dalam rangkaian program thalabul ilmi Ramadan 1447 Hijriah bersama Nahnu TV.

Dalam pemaparannya, ia merujuk pada kitab Al-Qawaidul Asasiyah fi Ulumil Qur’an karya Syekh Muhammad Alwi al-Maliki. Kitab tersebut memuat berbagai kaidah dasar dalam memahami Ulumul Qur’an, termasuk adab membaca Al-Qur’an yang kerap dianggap sederhana, namun memiliki nilai spiritual yang mendalam.

Dianjurkan Berwudu dan Membaca di Tempat Bersih

Dr. Ahmad Zuhdi menjelaskan, membaca Al-Qur’an disunahkan dalam keadaan suci dengan berwudu, karena tilawah merupakan zikir paling utama. Selain itu, pembacaan Al-Qur’an dianjurkan dilakukan di tempat yang bersih, dan yang paling utama adalah di masjid.

Sebaliknya, para ulama memakruhkan membaca Al-Qur’an di tempat yang kurang pantas seperti kamar mandi atau di jalan yang berpotensi menghilangkan kekhusyukan.

Menghadap Kiblat dan Bersiwak

Adab lain yang ditekankan adalah membaca Al-Qur’an dengan duduk menghadap kiblat, dalam keadaan tenang, khusyuk, serta penuh penghormatan. Disunahkan pula bersiwak atau membersihkan gigi sebelum membaca Al-Qur’an sebagai bentuk pengagungan terhadap kalamullah.

Ia mengutip riwayat yang menyebutkan bahwa mulut adalah jalan bagi Al-Qur’an, sehingga hendaknya dibersihkan sebelum digunakan untuk melantunkan ayat-ayat suci.

Mendengarkan dengan Khusyuk

Ketika Al-Qur’an dibacakan, umat Islam juga disunahkan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan meninggalkan percakapan atau kegaduhan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 204, yang memerintahkan untuk mendengarkan dan diam agar memperoleh rahmat.

Selain itu, ketika membaca atau mendengar ayat sajdah, disunahkan untuk melakukan sujud tilawah sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.

Waktu-Waktu Utama Membaca Al-Qur’an

Mengutip pendapat Imam Nawawi, Dr. Ahmad Zuhdi menyampaikan bahwa waktu paling utama membaca Al-Qur’an adalah di dalam salat. Di luar salat, waktu malam—terutama sepertiga akhir malam—menjadi saat yang sangat baik untuk tilawah.

Waktu lain yang dianjurkan adalah antara Magrib dan Isya, serta setelah salat Subuh. Bahkan, memulai khataman Al-Qur’an pada malam Jumat dan mengakhirinya pada malam Kamis disebut sebagai amalan yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan.

Meningkatkan Kualitas Ibadah Ramadan

Melalui kajian ini, Ketua PWNU DIY mengajak umat Islam untuk tidak hanya memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadan, tetapi juga memperhatikan adab-adabnya agar tilawah menjadi lebih bermakna dan bernilai ibadah yang sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *