MWCNU Piyungan Gelar Apel Harlah ke-100 NU Versi Masehi, Tegaskan Penguatan Kaderisasi

Nahnutv.com Bantul – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Piyungan menggelar Apel Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Tahun Nahdlatul Ulama versi Masehi di Lapangan Sudarsono, Petir, Srimartani, Piyungan, Bantul, Sabtu (31/1/2026) pagi.

Apel diikuti ratusan kader NU se-Kapanewon Piyungan yang terdiri dari jajaran pengurus MWCNU, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor beserta Banser, Fatayat NU, IPNU–IPPNU, serta pelajar dari lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Piyungan. Kehadiran lintas badan otonom tersebut menunjukkan soliditas jam’iyyah di tingkat kapanewon.

Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Fraksi PKB, Mahmudin, SP., serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompinkap) Piyungan yang meliputi Panewu, Kepala KUA, Danramil, Kapolsek, dan Kepala Puskesmas Piyungan. Sejumlah sesepuh NU Piyungan juga tampak mengikuti rangkaian kegiatan.

Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bantul, KH. Shobir Hatimy, menegaskan pentingnya penguatan strategi gerakan kader di tingkat kapanewon agar tetap solid, progresif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kaderisasi harus menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlanjutan perjuangan jam’iyyah.

“Kader NU harus terus diperkuat melalui kaderisasi yang massif, baik di kalangan santri maupun non-santri,” tegasnya.

Selain aspek kaderisasi, ia juga menekankan pentingnya menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, lanjutnya, harus dijaga dan diamalkan secara istiqamah sebagai fondasi gerakan sosial-keagamaan NU.

“Baik dari rumah ke rumah, dari masjid ke masjid, maupun dari majelis taklim ke majelis taklim, melalui tradisi yasinan, berjanjenan, tahlilan, dan amaliyah lain yang menjadi ciri khas kaum Nahdliyyin,” imbuhnya.

Rangkaian apel juga diisi dengan doa yang dipimpin Gus Ahmad Mujahid, Pengasuh Pondok Pesantren Manzilatus Sakinah, Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan. Dalam doanya, ia memohon agar Allah SWT senantiasa menjaga keutuhan NU, menyatukan hati para pengurus dan kader, serta menjernihkan niat dalam berkhidmah kepada jam’iyyah, umat, dan bangsa.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para tokoh, MWCNU Piyungan menganugerahkan NU Award kepada sejumlah figur inspiratif. Penghargaan diberikan kepada KH. Jalal Asnawi sebagai Tokoh NU Panutan, KH. Anwar Zuhri sebagai Tokoh NU Penggerak, Umiyatun sebagai Tokoh NU Penjangkau, serta Rebet Wahyudi sebagai Tokoh NU Siaga.

Melalui apel peringatan satu abad NU versi Masehi ini, MWCNU Piyungan meneguhkan komitmen untuk terus merawat tradisi, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan kemaslahatan bagi warga Nahdliyyin dan masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *