PBNU Sampaikan Hasil Pertemuan Ormas Islam dengan Presiden Bahas Palestina dan Agenda Strategis Keumatan

Nahnutv.com Jakarta – Ketua Umum PBNU bersama sejumlah pimpinan ormas Islam menyampaikan hasil pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia yang dihadiri 16 pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, para kiai sepuh, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah, antara lain Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dalam keterangan persnya, Ketua Umum PBNU menjelaskan bahwa Presiden memberikan pemaparan komprehensif mengenai langkah dan strategi Indonesia dalam membantu perjuangan rakyat Palestina.

Pada tataran nilai dan prinsip, seluruh peserta pertemuan sepakat bahwa menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan bagi semua bangsa merupakan amanat konstitusi dan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, komitmen membela dan membantu Palestina hingga merdeka menjadi sikap bersama.

Presiden, lanjutnya, juga memaparkan secara realistis berbagai pertimbangan kebijakan yang harus diperhitungkan dalam konteks geopolitik global saat ini. Salah satu poin yang dijelaskan adalah partisipasi Indonesia dalam inisiatif internasional yang disebut sebagai Board of Peace, dengan tetap melakukan konsolidasi bersama negara-negara Islam dan negara Timur Tengah yang terlibat, agar setiap langkah tetap terarah dan berpihak pada kepentingan rakyat Palestina.

“Kami memahami penjelasan Presiden dan menitipkan pesan agar langkah-langkah yang diambil tidak justru merugikan rakyat Palestina. Presiden menegaskan bahwa seluruh kebijakan dilakukan dengan kewaspadaan dan prinsip yang tidak bisa ditawar dalam menjaga, membela, dan membantu Palestina, khususnya di Gaza,” ujarnya.

Selain isu Palestina, Presiden juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi dengan para pimpinan ormas Islam dan tokoh-tokoh keagamaan. Ke depan, akan dirumuskan mekanisme komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan elemen keumatan.

Menteri Agama yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menambahkan bahwa Presiden juga menjelaskan perkembangan rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Arab Saudi. Ia menyebut Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan kesempatan untuk membeli properti di wilayah Makkah dan Madinah, setelah adanya kebijakan resmi pemerintah Arab Saudi yang memperbolehkan kepemilikan asing di dua kota suci tersebut.

Menurutnya, Indonesia telah memperoleh lahan sekitar 60 hektare yang berjarak antara satu hingga tiga kilometer dari Masjidil Haram, dan direncanakan akan terhubung dengan akses langsung menuju kawasan Masjidil Haram.

Selain itu, Presiden juga mendorong penguatan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) agar pengelolaan dana keumatan lebih profesional, efektif, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, Presiden turut menjelaskan rencana partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian yang bertujuan melindungi rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Partisipasi tersebut, termasuk dukungan pembiayaan dalam forum internasional, disebut sebagai bagian dari upaya rekonstruksi dan pembangunan Palestina.

Para pimpinan ormas Islam dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah masukan, terutama penegasan agar perjuangan Indonesia tidak berhenti pada agenda perdamaian semata, tetapi juga memastikan kemerdekaan Palestina secara utuh. Presiden disebut menerima masukan tersebut dengan terbuka dan menegaskan bahwa seluruh langkah strategis diarahkan demi kepentingan rakyat Palestina serta menjaga posisi Indonesia di kancah internasional. (baba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *