Nahnutv.com Yogyakarta – Dalam tausiyahnya bersama Nahnu TV, Prof. Dr. H. Makhrus Munajat menyampaikan refleksi mendalam atas firman Allah dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 69.
Ayat tersebut berbunyi, “Wa man yuthi‘illaha war-rasula fa ulaika ma‘alladzina an‘amallahu ‘alaihim minan nabiyyina wash-shiddiqina wasy-syuhada’i wash-shalihin wa hasuna ulaika rafiqa.” Artinya, siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, orang-orang yang jujur (shiddiqin), para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman.
Menurut Prof. Makhrus, ayat ini memberikan harapan besar bagi setiap mukmin. Ketaatan kepada Allah dan Rasul bukan hanya menghadirkan pahala, tetapi juga menjanjikan kebersamaan dengan golongan terbaik di surga kelak.
Kisah Sahabat yang Rindu Rasulullah
Dalam penjelasannya, beliau mengisahkan seorang sahabat yang sangat mencintai Rasulullah SAW hingga merasa gelisah memikirkan apakah dirinya dapat bersama Nabi di akhirat nanti. Kecintaannya begitu dalam, namun ia menyadari derajatnya berbeda dengan Rasulullah.
Kegelisahan itu kemudian dijawab langsung oleh Allah melalui turunnya ayat tersebut. Allah menegaskan bahwa siapa pun yang benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya akan dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga.
Wujud Cinta adalah Ketaatan
Prof. Makhrus Munajat menekankan bahwa cinta kepada Allah dan Rasul tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan. Melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, serta mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW merupakan bukti nyata cinta tersebut.
“Cinta itu bukan sekadar rasa, tetapi komitmen untuk patuh dan istiqamah,” ujarnya.
Ia berharap umat Islam terus memperkuat kecintaan kepada Allah dan Rasul dengan memperbanyak amal saleh, menjaga kejujuran, serta meneladani akhlak Nabi, agar kelak termasuk golongan yang dijanjikan kebersamaan di surga.

