Nahnutv.com Yogyakarta, — Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta, KH. Edy Musoffa, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum istimewa untuk menjadi pribadi yang dirindukan oleh surga.
Hal tersebut disampaikan KH Edy Musoffa dalam kajian Ramadan yang disiarkan melalui Nahnu TV. Ia mengawali tausiyah dengan doa dan harapan agar seluruh amal ibadah umat Islam selama Ramadan diterima oleh Allah Swt.
“Setiap malam kita berdoa asalukal jannah, memohon surga kepada Allah. Pertanyaannya, siapa sebenarnya yang dirindukan oleh surga?” ujar KH Edy Musoffa.
Ia menjelaskan, dalam sebuah keterangan ulama disebutkan bahwa surga merindukan empat golongan manusia (al-jannatu musytaqotun ila arba‘ati nafarin). Empat golongan tersebut menjadi teladan bagi umat Islam, khususnya di bulan Ramadan.
Golongan pertama yang dirindukan surga adalah ahli Al-Qur’an, yaitu orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an secara istiqamah, berusaha memahami maknanya, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tidak heran jika Ramadan disebut sebagai syahrul Qur’an, karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan.
“Ramadan harus menjadi momentum kita semakin akrab dengan Al-Qur’an. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa tilawah yang sungguh-sungguh,” tegasnya.
Golongan kedua adalah orang-orang yang menjaga lisannya (hafizhul lisan). KH Edy Musoffa menekankan bahwa puasa tidak cukup hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mempuasakan lisan dari kebohongan, ghibah, adu domba, dan ucapan yang menyakiti orang lain.
“Rasulullah mengingatkan, jika seseorang dicaci maki saat berpuasa, katakanlah: inni sha’im, aku sedang berpuasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa orang yang mampu menjaga lisannya selama berpuasa akan mendapatkan keutamaan besar, bahkan bau mulut orang yang berpuasa kelak lebih harum daripada minyak kasturi di hari kiamat.
Golongan ketiga yang dirindukan surga adalah orang-orang yang gemar berbagi dan memberi makan, khususnya kepada fakir miskin. Menurutnya, Ramadan adalah bulan terbaik untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi.
“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong saudaranya,” jelasnya.
Sementara golongan keempat adalah orang-orang yang menjalankan puasa Ramadan dengan sebaik-baiknya, menjaga rukun dan adab puasa, serta menghindari perbuatan yang dapat mengurangi kualitas ibadah puasa.
KH Edy Musoffa juga mengingatkan pentingnya menjaga adab sahur dan berbuka, menyegerakan berbuka saat waktu tiba, serta memanfaatkan doa-doa mustajab ketika berbuka puasa.
Menutup tausiyahnya, KH Edy Musoffa mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas iman.
“Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dirindukan surga, dengan mencintai Al-Qur’an, menjaga lisan, gemar berbagi, dan menjalankan puasa dengan penuh kesungguhan,” pungkasnya.

